@thesis{thesis, author={Effendi Afrialdy Putra Rahmat}, title ={Analisis kerugian pada jaringan instalasi listrik Gedung Laboratorium Terpadu Universitas Ahmad Dahlan studi kasus lantai lima}, year={2024}, url={http://eprints.uad.ac.id/62968/}, abstract={Sistem instalasi listrik merupakan konfigurasi yang dirancang khusus untuk mengalirkan energi listrik di dalam suatu bangunan guna menyediakan pasokan yang diperlukan bagi peralatan elektronik. Penting untuk memperhatikan distribusi daya yang efisien dan stabil sangatlah penting. Kemungkinan kerugian dalam jaringan instalasi listrik tidak dapat diabaikan, sehingga memahami faktorfaktor yang menyebabkan kerugian tersebut menjadi kunci dalam mengevaluasi efektifitas sistem di dalam bangunan. Melakukan analisis terhadap kerugian daya, atau yang biasa disebut sebagai PLosses, menjadi langkah penting untuk mengidentifikasi dan memahami kerugian energi listrik bangunan. Universitas Ahmad Dahlan menerima pasokan listrik dari PLN dengan kapasitas 1385 KVA yang didistribusikan ke seluruh bangunan kampus empat. Penelitian dilakukan pada jaringan instalasi listrik di gedung laboratorium terpadu, khususnya pada lantai lima, dengan fokus pada sistem distribusi daya di titik beban. Kelebihan daya dalam instalasi listrik dapat menghasilkan panas berlebih pada penghantar yang berpotensi menurunkan efisiensi, kinerja yang kurang optimal, serta meningkatkan risiko kebakaran dan kerusakan peralatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penyebab kerugian tersebut dan mengetahui rugi-rugi daya (PLosses) guna meningkatkan efisiensi dan keandalan jaringan. Dalam konteks ini, dibuatlah sebuah antarmuka untuk database penggunaan instalasi listrik menggunakan metode open-source yang memungkinkan pengguna untuk memasukkan dan melihat data secara real-time. Dilakukan analisis kerugian pada jaringan instalasi listrik dengan menghitung PLosses pada distribusi daya, baik pada saluran utama maupun pada setiap ruangan. Penggunaan penghantar kabel tembaga NYM 4mm untuk saluran utama dan kabel NYA 2mm untuk setiap ruangan memperlihatkan nilai hambatan yang berbeda pada masing-masing penghantar. Ditemukan bahwa rata-rata kerugian pada saluran utama mencapai 434,28 W per jam, sementara saluran di setiap ruangan juga mengalami kerugian rata-rata sebesar 106,94 W per jam. Akibatnya, Universitas Ahmad Dahlan harus membayar kerugian instalasi listrik gedung laboratorium terpadu lantai lima kepada PLN setiap bulannya.} }