@thesis{thesis, author={Hakimah Husnul}, title ={Analisis waste menggunakan pendekatan sustainable value stream mapping pada PT. Mazaraat Lokanatura Indonesia (Studi kasus PT. Mazaraat Lokanatura Indonesia Sleman Yogyakarta)}, year={2024}, url={http://eprints.uad.ac.id/63143/}, abstract={PT. Mazaraat Lokanatura Indonesia merupakan produsen cheese and creamery lokal sejak tahun 2014 yang beralamatkan di jalan Cancangan, Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam proses produksinya PT. Mazaraat Lokanatura Indonesia terdapat aktivitas non value added sebesar 24% dan aktivitas non necessary value added sebesar 20% dari total waktu yang tersedia sehingga berdampak pada efesiensi proses produksi yang disebabkan oleh kendala mesin serta adanya penggunaan air yang berlebiih yang dapat berdampak pada kelestarian lingkungan karena belum ditangani dengan baik. Berdasarkan uraian tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas produksi guna mengetahui waste yang dominan terjadi dari aspek ekonomi dan lingkungan serta memberikan usulan perbaikan dalam mengurangi waste yang terjadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan Sustainable Value Stream Mapping (Sus-VSM) untuk memvisualisasikan proses produksi, mulai dari pemesanan oleh konsumen hingga produk jadi sampai ke tangan konsumen serta limbah hasil produksi. Tools yang digunakan yaitu Process Activity Mapping (PAM) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Process Activity Mapping (PAM) digunakan untuk merincikan setiap aktivitas dari masing-masing proses yang ada untuk mendapatkan nilai VA, NNVA, NVA, sedangkan FMEA digunakan untuk menentukan skala prioritas tingkat kegagalan yang mungkin terjadi dengan menghitung nilai Risk Priority Number (RPN). berdasarkan hasil pemetaan dengan menggunakan pendekatan sustainable valur stream mapping (Sus-VSM) didapatkan jenis waste transportation, waste waiting time, waste defect. dan waste over processing serta adanya penggunaan air yang berlebih dan limbah whey akibat penyusutan material dari aspek lingkungan. selanjutnya dari hasil perhitungan dan analisis FMEA diketahui jenis waste yang dominan yaitu waste waiting time sebagai peringkat tertinggi pertama dengan skor rata-rata nilai RPN sebesar 360, waste defect dan waste over processing diperingkat tertinggi kedua dengan skor nilai RPN sebesar 316, dan disusul kembali dengan waste waiting time diperingkat tertinggi ketiga dengan skor rata-rata nilai RPN sebesar 312. rekomendasi perbaikan untuk mengurangi waste yang terjadi yaitu dengan melakukan pengecekan atau perawatan (maintenance) terhadap mesin produksi, membuat standar operation procedure packaging serta memperhatikaan penggunaan air sesuai standar dan pengolahan limbah oleh pihak ketiga.} }