@thesis{thesis, author={Arum Anggriani Stia}, title ={Analisis kemampuan berpikir tingkat tinggi materi teorema phytagoras pada siswa SMP Muhammadiyah 8 Yogyakarta kelas VIII ditinjau berdasarkan gaya belajar}, year={2024}, url={http://eprints.uad.ac.id/63196/}, abstract={Kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya faktor gaya belajar yang berbeda-beda. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa yang ditinjau berdasarkan gaya belajar yang berbeda-beda yaitu visual, audiotori, dan kinestetik. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah 6 siswa dari kelas VIII D SMP Muhammadiyah 8 Yogyakarta yang dimana masing-masing diwakili oleh 2 siswa dengan gaya belajar visual, audiotori dan kinestetik. Pengambilan data dilakukan dengan cara kuosioner (angket), tes (soal), dan wawancara. Kemudian dilakukan deskripsi kualitatif untuk kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa berdasarkan gaya belajar yang dimilikinya. Analisis tes kemampuan berpikir tingkat tinggi mengacu pada tiga indikator kemampuan berpikir tingkat tinggi yaitu menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), mencipta (C6). Kemudian dari hasil analisis tersebut akan dilakukan identifikasi tingkat kemampuan berpikir tingkat tinggi kedalam 3 kategori yaitu kategori kategori cukup, kategori kurang, dan kategori sangat kurang. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kemampuan berpikir tingkat tinggi pada subjek penelitian terhadap gaya belajar visual, audiotori dan kinestetik semuanya dominan pada kemampuan level menganalisis. Sehingga dapat disimpulkan bahwa subjek gaya belajar visual rata-rata memiliki kemampuan menganalisis kategori baik, sedangkan kemampuan mengevaluasi dan kemampuan mencipta kategori sangat kurang. Untuk gaya belajar audiotori rata-rata memiliki kemampuan menganalisis kategori sangat baik, kemudian kemampuan mengevaluasi dan kemampuan mencipta kategori sangat kurang. Untuk gaya belajar kinestetik rata-rata memiliki kemampuan menganalisis sangat baik, kemampuan mengevaluasi kurang, dan kemampuan mencipta sangat kurang.} }