@thesis{thesis, author={Priharsanti Dwiana}, title ={Pengembangan nanosuspensi Apium graveolens untuk meningkatkan efek antioksidan menggunakan poloxamer sebagai surfaktan}, year={2024}, url={http://eprints.uad.ac.id/63981/}, abstract={Aktivitas antioksidan Apium graveolens dapat ditingkatkan dengan pembuatan nanosuspensi menggunakan teknik bead-milling. Sel tumbuhan yang hancur selama proses penggilingan memungkinkan bahan aktif untuk terlepas. Pada penelitian ini, dilakukan penilaian terhadap pengaruh dari high-speed stirring (HSS) sebelum proses milling pada karakter partikel dan aktivitas antioksidan. Serbuk kering Apium graveolens dalam poloxamer 188 dengan konsentrasi 1% dihomogenisasi selama 30 detik, 1 menit, 2 menit, dan 10 menit untuk mendapatkan presuspensi. Presuspensi kemudian di-milling menggunakan butiran zirkonia untuk menghasilkan nanosuspensi. Proses milling dilakukan dengan kecepatan 700 rpm dalam waktu 24 jam di suhu kamar. Ukuran partikel, PdI, potensial zeta, pH, kandungan polifenol total, kandungan flavonoid total, dan aktivitas antioksidan dari partikel nanosuspensi Apium graveolens yang dihasilkan dianalisis untuk mengevaluasi pengaruh HSS terhadap karakter partikel nanosuspensi. Hasil yang didapatkan kemudian diuji secara statistik. Nanosuspensi seledri yang sebelumnya dilakukan HSS dengan waktu 10 menit mampu menghasilkan ukuran partikel paling kecil yaitu 422,27 ± 0,25 nm, indeks polidispersitas 0,45 ± 0,01, dan potensial zeta -22,77 ± 0,50 mV. Kandungan senyawa flavonoid dan polifenol pada sediaan nanosuspensi dapat meningkat dengan mengecilnya ukuran partikel. Kandungan flavonoid dan polifenol yang diperoleh berturut-turut adalah 17,96 ± 0,24 mgQE/gr serbuk dan 8,89 ± 0,07 mgGAE/gr serbuk. Nilai IC50 yang diperoleh adalah sebesar 25,85 ± 1,27 ?g/mL. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa nanosuspensi dengan waktu HSS 10 menit menghasilkan karakter, TFC, TPC, dan aktivitas antioksidan terbaik.} }