@thesis{thesis, author={Rahma Fajar Oktavia}, title ={Analisis penerapan kurikulum merdeka dalam mewujudkan profil pelajar pancasila melalui budaya sekolah bagi siswa SD Negeri Ngupasan Yogyakarta}, year={2024}, url={http://eprints.uad.ac.id/64022/}, abstract={Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya perubahan kurikulum yang dilakukan secara berkala. Perubahan kurikulum terakhir ini tidak terlepas dari dampaknya pandemi covid-19 sehingga terjadinya learning loss. Pada saat terjadinya learning loss, pemerintah membuat kurikulum darurat. Pemerintah membuat keberlanjutan kurikulum darurat menjadi kurikulum Merdeka yang diterapkan mulai tahun 2022. Kurikulum Merdeka terdapat pendidikan karakter yang diimplementasikan melalui profil pelajar pancasila. Profil pelajar pancasila dapat diwujukan melalui budaya sekolah. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu pertama untuk mendiskripsikan penerapan kurikulum Merdeka dalam mewujudkan profil pelajar pancasila melalui budaya sekolah di SD Negeri Ngupasan Yogyakarta. Kedua, untuk mendiskripsikan faktor pendukung penerapan kurikulum Merdeka dalam mewujudkan profil pelajar pancasila melalui budaya sekolah di SD Negeri Ngupasan Yogyakarta. Ketiga, untuk mendiskripsikan faktor penghambat penerapan kurikulum Merdeka dalam mewujudkan profil pelajar pancasila melalui budaya sekolah di SD Negeri Ngupasan Yogyakarta. Penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian ini didapatkan melalui wawancara dengan menggunakan pedoman wawancara, observasi dengan lembar observasi, dan dokumentasi dengan menggunakan pedoman observasi . Subjek dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru kelas IV dan peserta didik kelas IV. Objek penelitian ini yaitu penerapan kurikulum merdeka dan dalam mewujudkan profil pelajar pancasila melalui budaya sekolah beserta faktor pendukung dan penghambatnya. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan Miles dan Huberman berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini bahwa, pertama SD Negeri Ngupasan Yogyakarta menerapkan kategori mandiri berbagi. Sebelum kurikulum Merdeka diimplementasikan dilakukan sebuah perencanaan yang dilakukan baik di dalam pembelajaran maupun di luar pembelajaran. Profil pelajar pancasila diwujudkan melalui pembiasan yang telah menjadi budaya sekolah. Kedua, faktor pendukung meliputi motivasi peserta didik, pemerintah, dan keluarga. Ketiga, faktor penghambat meliputi keterbatasan sumber daya, media pembelajaran yang belum memadai, dan kepentingan eksternal.} }