@thesis{thesis, author={Maknun Lu'luil}, title ={Penentuan strategi pengelolaan sampah rumah tangga dengan metode SWOT (Studi Kasus: Kelurahan Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, DIY)}, year={2024}, url={http://eprints.uad.ac.id/64102/}, abstract={Sampah menjadi salah satu persoalan bagi Kabupaten Bantul khususnya di Kelurahan Bangunjiwo yang berada di Kecamatan Kasihan. Kelurahan Bangunjiwo memiliki timbulan sampah sebanyak 8,39 ton per hari dan hanya berhasil ditangani sebanyak 0,03 ton per hari. Pemasalahan ini disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya besarnya timbulan sampah, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah, serta belum maksimalnya tugas pokok dan fungsi pengelolaan sampah. Hal ini bertentangan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Bantul No 2 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga serta program inisiasi Pemerintah Kabupaten Bantul tentang Bantul Bersih Sampah 2025. Program Bantul Bersih Sampah 2025 merupakan program pengurangan sampah di tingkat daerah sampai dengan tingkat rumah tangga yang dapat dilakukan melalui pembatasan timbulan sampah, pendauran ulang sampah, serta pemanfaatan kembali sampah. Peraturan ini dibuat proporsi antara pengurangan dan penanganan sampah dengan persentase 30% pengurangan dan penanganan 70% sampah di Tahun 2025. Tujuan penelitian ini adalah memberikan usulan strategi pengelolaan sampah yang cocok berdasarkan kondisi internal dan eksternal di Kelurahan Bangunjiwo. Penelitian ini menggunakan metode SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) sebagai alat bantu perencanaan strategi dengan mempertimbangan faktor internal dan eksternal. Penentuan strategi dilakukan berdasarkan perhitungan matriks IFAS dan EFAS yang berfungsi untuk menetapkan klaster atau posisi kuadran. Kemudian posisi kuadran tersebut digunakan sebagai pembentukan strategis pada diagram SWOT berdasarkan kondisi internal dan eksternal di Kelurahan Bangunjiwo. Hasil pengolahan data menggunakan metode SWOT menunjukkan bahwa Kelurahan Bangunjiwo berada pada kuadran 1 (S-O) yang berarti bahwa strategi yang terbentuk adalah berdasarkan pemanfaatan strength (kekuatan) dan opportunity (peluang). Strategi yang dibentuk adalah strategi kolaborasi BUMDes dan pengepul sampah swasta dengan memanfaatkan anggaran dana dan lahan luas serta peningkatan pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) pengelolaan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Hasil ini diharapkan bisa menjadi usulan bagi Kelurahan Bangunjiwo dalam mengatasi permasalahan sampah.} }