@thesis{thesis, author={Fitri Hermalia Rosalina}, title ={Implementasi penanaman karakter toleransi dalam pembelajaran pendidikan pancasila di SMPN 16 Yogyakarta}, year={2024}, url={http://eprints.uad.ac.id/64395/}, abstract={Toleransi perlu ditanamkan sedini mungkin agar seseorang mempunyai pemikiran terbuka dalam menghadapi perbedaan yang ada. Orang yang tidak dipupuk dengan karakter toleransi memungkinkan memiliki pribadi yang tidak bisa menerima perbedaan bahkan membuat orang tersebut sulit bersosialisasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui implementasi penanaman karakter toleransi dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila, faktor pendukung dan faktor penghambat di SMPN 16 Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Objek penelitiannya yaitu implementasi penanaman karakter toleransi dalam pembelajaran pendidikan Pancasila di SMPN 16 Yogyakarta dengan subjek penelitian guru Pendidikan Pancasila kelas VII, VIII, dan IX. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1. Proses implementasi penanaman karakter toleransi dalam pembelajaran pendidikan Pancasila di SMPN 16 Yogyakarta dipersiapkan dengan membuat modul ajar terlebih dahulu, pada tahap pelaksanaan pembelajaran guru menerapkan metode pembelajaran ceramah dan diskusi kelompok, sebagai cara pengimplementasian karakter toleransi dengan mencampurkan berbagai sikap anak seperti yang rajin dengan yang lambat, yang artif berbicara dengan yang pendiam. Penggunaan media pembelajaran yang mudah dipahami peserta didik seperti lembar kerja/LKPD, LCD, gambar, video pengalaman, dan video inspiratif. Kemudian evaluasi dilakukan di akhir pembelajaran untuk dapat meninjau pemahaman peserta didik. 2. Faktor pendukung berasal dari ciri karakter pendidikan Pancasila itu sendiri, lingkungan sekolah, kebiasaan/budaya sekolah, dan peserta didik yang tidak fanatik; faktor penghambat dari penggunaan hp yang tidak tepat guna atau tidak bijak, pembiasaan di rumah, ketidakpedulian, dan latar belakang peserta didik} }