@thesis{thesis, author={Faozi Khanif}, title ={Isytigal menurut mazhab Basrah dan Kufah (Kajian Komparatif Nahwu)}, year={2024}, url={http://eprints.uad.ac.id/64680/}, abstract={Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan perbedaan pendapat antara mazhab Basrah dan Kufah mengenai ?amil yang ber?amal pada ma?mul isytigal. (2) menganalisis alasan pengambilan pendapat antara mazhab Basrah dan Kufah mengenai ?amil yang ber?amal pada ma?mul isytigal. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) yang menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dengan menggunakan pendekatan komparatif nahwu, yakni membandingkan pendapat antara mazhab Basrah dan Kufah mengenai pada uslub isytigal. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kitab Al-Insaf Fi Masa`il al-Khilaf baina al-Basriyyin wa al-Kufiyyin. Dengan data sekunder berupa kitab-kitab nahwu yang membahas uslub isytigal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Mazhab Basrah dan Kufah memiliki perbedaan pendapat terkait kenasaban isim sabiq pada uslub isytigal. Ulama mazhab Basrah dan jumhur ulama nahwu berpendapat bahwa nasabnya isim sabiq disebabkan oleh ?amil yang wajib disimpan. Berbeda dengan mazhab Kufah yang berpendapat nasabnya isim sabiq adalah dipengaruhi oleh fi?il dahir (masygul) tanpa penaqdiran lafaz apapun. Secara teoritis dan keadaan sosial budaya mazhab Basrah dinilai lebih unggul, selektif, dan teliti serta kehati-hatiannya dalam menetapkan dan menentukan dalil di dalam ilmu nahwu dibandingkan mazhab Kufah.} }