@thesis{thesis, author={Safitri Rosita Septi}, title ={Pengaruh keterbukaan perdagangan terhadap ketimpangan pendapatan pada kawasan Indonesia bagian timur}, year={2024}, url={http://eprints.uad.ac.id/64684/}, abstract={Keterbukaan perdagangan adalah ukuran sejauh mana suatu wilayah berpartisipasi dalam perdagangan internasional, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor dan berdampak pada perekonomian wilayah tersebut. Keterbukaan perdagangan yang terlalu tinggi meningkatkan risiko merugikan industri dalam negeri dan menciptakan ketergantungan pada sektor ekspor dan impor. Keterbukaan perdagangan diukur dengan rasio total ekspor dan impor terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), sedangkan Indeks Gini mengukur ketimpangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keterbukaan perdagangan terhadap ketimpangan tingkat provinsi di Indonesia, yaitu Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Dalam penelitian ini, data yang digunakan adalah data panel dari 17 provinsi di Indonesia selama periode 2015-2022. Model yang digunakan adalah model panel Seemingly Unrelated Regression (SUR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbukaan perdagangan berpengaruh negatif signifikan terhadap ketimpangan antar provinsi di Indonesia. Penanaman modal asing (PMA) berpengaruh negatif signifikan terhadap ketimpangan pendapatan antar provinsi di Indonesia. Tingkat pengangguran terbuka berpengaruh negatif signifikan terhadap ketimpangan pendapatan antar provinsi di Indonesia. Kemiskinan berpengaruh positif signifikan terhadap ketimpangan pendapatan antar provinsi di Indonesia. Provinsi dengan keterbukaan perdagangan yang lebih tinggi cenderung memiliki ketimpangan pendapatan yang lebih besar.} }