@thesis{thesis, author={Anastasya Yolanda}, title ={Aktivitas antibakteri minyak atsiri rimpang temu kunci (Boesenbergia Pandurata (Roxb.) Schltr) terhadap bakteri penyebab jerawat}, year={2024}, url={http://eprints.uad.ac.id/64686/}, abstract={Jerawat disebabkan karena produksi kelenjar subaceous yang berlebihan yang mengalami inflamasi karena bakteri Propionibacterium acne, Staphylococcus epidermidis dan Staphylococcus aureus. Pengobatan jerawat dilakukan menggunakan antibiotik, karena tingginya kejadian resistensi terhadap antibiotik dikembangkan pengobatan tradisional dengan memanfaatkan minyak atsiri rimpang temu kunci (Boesenbergia pandurata (Roxb.) Schltr) yang dianggap berkhasiat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kandungan kimia dan aktivitas antibakteri minyak atsiri dari rimpang temu kunci terhadap bakteri penyebab jerawat. Minyak atsiri rimpang temu kunci diisolasi menggunakan metode destilasi uap dan air. Selanjutnya dilakukan pengamatan organoleptis, pengukuran indeks bias dan analisis kandungan kimia menggunakan gas chromatography-mass spectrocopy (GC-MS). Sampel minyak atsiri konsentrasi 20%; 10%; 5%; 2,5%; 1,25% diuji aktivitas antibakterinya menggunakan kontrol positif : Vankomisin dan kontrol negatif : DMSO 10%. Penentuan konsentrasi hambat minimum (KHM) dan konsentrasi bunuh minimum (KBM) minyak atsiri menggunakan metode microdilution broth dan metode difusi sumuran untuk melihat zona hambat. Data dianalisis menggunakan software SPSS dengan uji Kruskal Wallis (P<0,05) dan Mann Whitney (P<0,05). Minyak atsiri rimpang temu kunci diperoleh berwarna jernih kekuningan, bau khas temu kunci dan rasa khelat, dengan rendemen sebesar 1,19%b/v dan indeks bias sebesar 1,478?0,0001. Hasil identifikasi GC-MS mempunyai 5 komponen utama yaitu champor, ocimene, eucalyptol, geraniol dan methyl cinnamate. Diameter zona hambat terbesar terdapat pada konsentrasi 20% pada bakteri P. acnes, S. aureus, S. epidermidis berturut-turut yaitu 16,86±3,55 mm; 13,1±1,82 mm; 21,63±1,15 mm. Nilai KHM dan KBM pada bakteri P. acnes, S. aureus, S. epidermidis berturut-turut yaitu 1,25% & 2,5%; 0,625% & 1,25%; 0,625% & 1,25%. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa minyak atsiri rimpang temu kunci mempunyai aktivitas antibakteri bakteri yang dapat menyebabkan jerawat.} }