@thesis{thesis, author={Hartanti Roessalia Indah}, title ={Implementasi Profil Pelajar Pancasila di SD Muhammadiyah Gendeng Yogyakarta}, year={2023}, url={http://eprints.uad.ac.id/65127/}, abstract={Kurangnya kesadaran terhadap baik dan buruknya sesuatu, kurangnya rasa tanggung jawab terhadap banyak hal yang muncul dari peserta didik, serta penguasaan emosi di dalam diri peserta didik dan sikap karakter malas sebagian kecil siswa, menunjukkan perlu adanya upaya untuk menbangun bangsa dan karakter. Diperlukannya Profil Pelajar Pancasila sebagai perwujudan pelajar Indonesia yang berperilaku sesuai dengan nilai nilai Pancasila, dengan enam ciri utama : beriman, bertakwa,kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebhinnekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Pengembangan warga negara yang demokratis melalui pendidikan dan kewarganegaraan yang bertanggung jawab akan menciptakan masyarakat yang memiliki moral yang tinggi, etika, budaya, dan beradab berdasarkan falsafah Pancasila. Penelitian ini menggunakan penelian kualitatif deskriptif yang analisis datanya berupa kata-kata tertulis dan lisan yang mempertimbangkan pendapat orang lain yang disebut narasumber. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data observasi, waancara dan dokumentasi dalam penelitian ini dan untuk keabsahan data peneliti menggunakan teknik triangulasi. Terealisasinya Profil Pelajar Pancasila dapat menghasilkan pelajar-pelajar Indonesia yang berakhlak mulia, memiliki kualitas yang dapat bersaing secara nasional maupun global, mampu bekerjasama dengan siapapun dan dimanapun, mandiri dalam melaksanakan tugasnya, memiliki nalar yang kritis, serta mempunyai ide-ide kreatif untuk dikembangkan. Faktor penghambat dalam pelaksanaan Profil Pelajar Pancasila menyebabkan kurangnya suatu pemahaman yang disampaikan oleh pendidik, terbatasnya waktu kegiatan belajar mengajar, substansi pelajaran yang minim, terbatasnya Ilmu Teknologi yang dilakukan oleh pendidik, minat pelajar yang sangat kurang terhadap mata pelajaran, peserta didik masih pasif dalam proses pembelajaran, keterbatasan guru dalam mendesain RPP yang baik, strategi pembelajaran yang kurang variasi dari pedidik, orang tua kurang memperhatikan pola pembelajaran anak dan kurangnya guru serta adanya spekulasi terhadap pemberian materi pembelajaran. Pemecahan alternatif terhadap hambatan yang dialami dalam pembuatan Pelajar Pancasila yaitu mengikutsertakan guru mapel penggerak, dilaksanakan program pembiasaan, keteladanan, tutorial serta pendampingan, dicoba program kerjasama serta koordinasi dengan sekolah lain, tidak sangat mengosongkan waktu buat pergaulan kenakalan anak muda, lebih mendisiplinkan aktivitas yang efisien.} }