@thesis{thesis, author={Choirirensa Agriyoga and Ramanda Raka}, title ={Pra rancangan pabrik Urea melalui proses stamicarbon CO2 stripping dengan kapasitas produksi 60.000 ton/tahun}, year={2023}, url={http://eprints.uad.ac.id/65146/}, abstract={Urea adalah senyawa organik yang terdiri dari karbon, hidrogen, oksigen,dan nitrogen dengan rumus kimia CON2H4 atau (NH2)2CO. Urea dikenal sebagai karbamide di Eropa. Urea merupakan pupuk nitrogen yang paling mudah digunakan dan mudah dibentuk menjadi pelet atau butiran. Urea juga mudah untuk diangkut dalam jumlah besar. Urea mudah digunakan karena mudah larut dalam air dan tidak memiliki residu garam setelah digunakan untuk tanaman. Pabrik Urea rencananya akan didirikan pada tahun 2030 di Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat dengan kapasitas 60.000 ton/tahun dan kontinyu. Jumlah karyawan yang bekerja di pabrik adalah 117 orang. Pada pembuatan, urea menggunakan bahan baku amoniak dan karbondioksida dengan kemurnian produk adalah 99%. Proses pembentukan urea dalam reaktor Plug Flow dengan tray yang suhunya168ÂșC dan tekanan 140 atm kondisi isotermal. Pabrik ini termasuk pada golongan pabrik beresiko tinggi karena pada prosesnya memakai suhu dan tekanan tinggi. Untuk mendukung proses produksi, dibutuhkan steam pemanas dan air yang disediakan dari unit utilitas. Air yang di perlukan untuk pabrik sebesar 59335,9796 kg/jam dan listrik sebesar 90,3845 kWh yang diperoleh dari PLN dan generator sebagai cadangan. Berdasar hasil analisis ekonomi, urea membutuhkan modal investasi sebesar Rp 806.309.571.158,5650 dengan jumlah biaya produksi Rp 890.605.208.720,4310. Hasil yang didapat dari penjualan adalah Rp 1.245.598.155.000,000/tahun. Analisis ekonomi didapat Pay Out Time sebesar 1,85 tahun dengan Return on Investment 44,03% dan Break Even Point sebesar 40,02%. Dari hasil analisis ekonomi yang telah dilakukan dan batasan yang berlaku, dapat disimpulkan bahwa pendirian pabrik urea kapasitas 60.000 ton per tahun layak untuk dibangun karena memenuhi persyaratan pendirian pabrik.} }