@thesis{thesis, author={Gumilang Reksy}, title ={Penguatan Profil Pelajar Pancasila melalui pembelajaran SBdP materi batik jumputan di SD Muhammadiyah MBS Prambanan}, year={2023}, url={http://eprints.uad.ac.id/65203/}, abstract={Penguatan profil pelajar Pancasila menjadi salah satu tugas yang harus dilaksanakan oleh guru. Penelitian ini dilatarbelakangi dengan minimnya karakter yang dimiliki oleh peserta didik, khususnya Sekolah Dasar. Pemerintah mengeluarkan peraturan tentang profil pelajar Pancasila dengan enam dimensi utama yaitu beriman bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis dan kreatif. Penguatan profil pelajar Pancasila dapat diterapkan melalui pembelajaran SBdP. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana penguatan profil pelajar Pancasila melalui pembelajaran SBdP di SD Muhammadiyah MBS Prambanan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriftif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru dan peserta didik. Teknik dan instrumen pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya penguatan profil pelajar Pancasila melalui enam dimensi pada pembelajaran SBdP yaitu materi batik jumputan di kelas II SD Muhammadiyah MBS Prambanan ditemukannya aktivitas peserta didik berani, tidak boleh saling menyalahkan satu sama lain baik kelompok atau individu (dimensi beriman bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan beraklah mulia) peserta didik dapat mengenal budaya melalui bahan, alat dalam proses batik jumputan, serta dapat berkomunikasi antar kelompok dalam pembuatan batik jumputan (dimensi berkebhinekaan global) dengan bekerja sama membuat batik jumputan peserta didik dapat berkolaborasi, berkomunikasi dengan baik (dimensi bergotong royong) peserta didik mengerjakan tugas membuat batik jumputan dengan tepat waktu dengan mandiri tidak baku kepada gurunya (dimensi mandiri) peserta didik memperoleh materi tentang batik jumputan dan menganalisis jika belum paham peserta didik diberikan kesempatan bertanya (dimensi bernalar kritis) peserta didik dapat menghasilkan ide dan menghasilkan karya dengan membuat batik jumputan (dimensi kreatif). Adapun faktor pendukung yaitu guru yang berkualitas, lingkungan yang kondusif, sarana dan prasarana dan orang tua. Sedangkan faktor penghambat yaitu lingkungan, rendahnya motivasi peserta didik, latar belakang peserta didik dan sarana dan prasarana.} }