@thesis{thesis, author={Pandu Ma'rufi Diva}, title ={Implementasi pendidikan humanis pada sekolah ramah anak di SD Negeri Tinom}, year={2024}, url={http://eprints.uad.ac.id/75621/}, abstract={Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter humanisme pada peserta didik. Pendidikan humanisme dapat memberikan pengalaman belajar pada peserta didik. Pendidikan humanis berfokus pada mengoptimalkan potensi peserta didik. Kekuatan utama pendidikan humanis adalah bagaimana ia mencerminkan seluruh tingkah laku peserta didik, baik emosi, pikiran, maupun tindakan. Adanya pendidikan humanis, peserta didik dapat mengembangkan potensi yang ada dalam diri mereka, menjadi individu yang lebih mandiri, berkepribadian, dan berpikir kritis. Agar sistem pendidikan humanis dapat direalisasikan dengan baik maka harus diimbangi dengan sistem pembalajaran ramah anak yang dikemas menjadi sekolah ramah anak. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan humanis di SD Negeri Tinom dan mendeskripsikan faktor pendukung dan faktor penghambat dalam implementasi pendidikan humanis di SD Negeri Tinom Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis kualitatif deskriptif. Subjek dari penelitian ini melibatkan kepala sekolah, guru kelas 2 dan kelas 4, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peneliti menggunakan teori Miles and Huberman untuk menganalisis hasil penelitian yang memiliki Langkah-langkah pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan pengambilan kesimpulan. Penelitin menggunakan Teknik triangulasi dalam menguji keabsahan data. Hasil penelitian ini yaitu Implementasi pendidikan humanis di SD Negeri Tinom melibatkan penerapan nilai kedamaian, lemah lembut, toleransi, kemandirian, kebebasan, dan tanggung jawab melalui berbagai kegiatan dan metode pembelajaran. Nilai-nilai tersebut diwujudkan dalam cara pendidik menyambut siswa, proses pembelajaran yang ramah, tugas kelompok, motivasi untuk mandiri, kegiatan ekstrakurikuler, serta aturan dan jadwal piket. Sekolah juga mendukung program ramah anak dengan kebijakan perlindungan anak, fasilitas seperti dispenser dan area bermain, serta melibatkan orang tua dalam berbagai kegiatan. Sebaliknya, di SD Negeri Brongkol, meskipun pendidikan humanis didukung oleh sarana dan prasarana serta kegiatan ekstrakurikuler, terdapat kendala berupa beberapa siswa yang sulit dinasehati dan melakukan tindakan negatif, seperti mengganggu teman selama proses pembelajaran} }