@thesis{thesis, author={Suci Fachrunnisa Dwi}, title ={Perjuangan dan pemikiran RA. Kartini tentang pendidikan perempuan serta relevansinya terhadap pendidikan Islam}, year={2023}, url={http://eprints.uad.ac.id/75632/}, abstract={Skripsi ini memfokuskan pada maksud, fungsi dan tujuan pendidikan Islam bagi perempuan menurut R.A. Kartini dan Islam, serta relevansi antara keduanya. Oleh karena itu fokus pada skripsi ini di awali dengan pemikiran R.A. Kartini mengenai pendidikan Islam bagi perempuan, sudut pandang Islam mengenai pendidikan perempuan, dan relevansi antara pemikiran R.A. Kartini dengan Islam mengenai pendidikan Islam bagi perempuan. Untuk mendapatkan kesimpulan mengenai hal itu, penelitian dalam skripsi ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Dalam proses analisa, penulis menggunakan metode analisa deduktif dan induktif. Dari data yang telah dikumpulkan, setelah dianalisis diperoleh data sebagai berikut: (1) Konsep pendidikan perempuan yang dikemukakan oleh R.A. Kartini meliputi beberapa hal antaranya: Pertama, pendidikan kesetaraan gender laki-laki dan perempuan. Kedua, perempuan adalah madrasah pertama bagi anaknya. Ketiga, perempuan sebagai peradaban bangsa. Keempat, pentingnya pendidikan kepribadian dan watak. (2) Sedangkan konsep pendidikan perempuan dalam sudut pandang Islam juga dianggap penting karena memiliki maksud, fungsi, dan tujuan tertentu, yaitu: Pertama, menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim. Kedua, ibu sebagai madrasah pertama dan paling utama bagi setiap anaknya. Ketiga,ibu adalah peletak dasar kepribadian dan watak bagi anaknya. Keempat, perempuan adalah tiang negara. (3) Konsep pendidikan bagi perempuan menurut R.A. Kartini dirasa sangat relevan dengan konsep pendidikan perempuan menurut sudut pandang Islam. Konsep pendidikan Islam bagi perempuan antara keduanya sama-sama memiliki persamaan baik dari segi maksud, fungsi, dan tujuannya. Secara singkat, pendidikan perempuan itu penting agar perempuan mendapatkan haknya tanpa merubah peran perempuan sebagai anak, istri, ibu, dan anggota masyarakat.} }