@thesis{thesis, author={NUR ILLAHI NOVELIA}, title ={Analisis forensik dalam penanganan kasus penyebaran film secara ilegal pada aplikasi Telegram menggunakan metode National Institute Of Standards And Technology (NIST)}, year={2024}, url={http://eprints.uad.ac.id/75661/}, abstract={Film adalah mahakarya seni dan budaya serta pranata sosial dan jenis komunikasi massa, yang penciptaannya diatur oleh undang-undang sinematografi yang memperhatikan berbagai faktor teknis serta pemahaman estetika, dengan atau tanpa suara dan dapat dipertunjukan. Saat ini terdapat berbagai aplikasi streaming film legal yang dapat kita akses menggunakan internet seperti Netflix, Disney+HotStar atau Viu. Seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, dunia perfilman juga berkembang pesat. Ini memiliki efek negatif yang jelas, salah satunya adalah maraknya tindakan kejahatan seperti pelanggaran hak cipta atau pencurian dan penggandaan karya digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengenali dan mendapatkan bukti digital yang terdapat pada direktori Telegram messenger pada smartphone menggunakan tools forensik. Penelitian ini melakukan simulasi dengan mengangkat kasus tentang penyebaran film secara ilegal pada salah satu layanan pesan instan yaitu Telegram. Tahapan simulasi yang akan dilakukan dalam penelitian ini menggunakan metode National Institute of Standard and Technology (NIST) sebagai metodelogi pengujiannya. Metode NIST terdiri dari beberapa tahapan yaitu, Collection (Pengumpulan), Examination (Pengujian), Analysis (Analisa), dan Reporting (Laporan). Untuk mendukung simulasi ini, skenario kasus akan dikembangkan sebagai objek model untuk pengujian. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan menggunakan metode National Institute of Standart and Technology (NIST) untuk menganalisis aplikasi Telegram Messenger, penerapan metode NIST berhasil diterapkan dalam penelitian ini. Proses analisis forensik menggunakan Magnet AXIOM berhasil mendapatkan bukti digital pada smartphone Vivo Y91C berupa 49 pesan gambar dan 16 pesan vidio. Sedangkan MOBILedit Forensic Express berhasil mendapatkan bukti digital berupa 117 pesan gambar dan 3 pesan vidio pada smartphone Redmi Note 7} }