@thesis{thesis, author={Ainun Fadhilah Salsabila}, title ={Analisis penyebab kerusakan pompa air sentrifugal EBARA 50X40 FSHA menggunakan Fault Tree Analysis (FTA) dan Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) studi kasus di Pesantren Mahasiswa Kyai Haji Ahmad Dahlan Putra dan Putri}, year={2024}, url={http://eprints.uad.ac.id/75972/}, abstract={Pompa air sentrifugal EBARA 50x40 FSHA di Pesantren Mahasiswa Kyai Haji Ahmad Dahlan mengalami kerusakan pada komponen bearing, coupling, dan seal impeller. Kerusakan ini menyebabkan gangguan operasional yang serius termasuk penurunan kinerja pompa, getaran berlebihan, dan korosi pada komponen dari pompa. Masalah ? masalah ini, jika tidak ditangani dengan tepat, dapat memicu kerusakan komponen dan kegagalan total pompa. Selain itu, biaya perbaikan yang tinggi akibat tidak adanya pemeliharaan rutin membebani anggaran pesantren dengan pengeluaran yang lebih besar dari yang direncanakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akar penyebab kerusakan dan memberikan usulan perbaikan berupa penjadwalan perawatan. Penggunaan Fault Tree Analysis (FTA) dapat membantu untuk mencari akar penyebab kerusakan pompa secara sistematis melalui diagram berbentuk pohon yang menghubungkan berbagai penyebab tersebut dan diperlukan penggunaan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk menentukan nilai tingkat severity, occurance, dan detection. Berdasarkan analisis metode Fault Tree Analysis (FTA), kurangnya pelumasan menyebabkan kebocoran pada seal impeller di pompa utara putra dan pompa selatan putri, serta pompa overheat di pompa selatan putra dan pompa utara putri. Selain itu, pengencangan bearing dan coupling yang kurang optimal menjadi faktor penyebab kerusakan komponen tersebut. Dengan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), nilai RPN tertinggi sebesar 490 ditemukan pada kebocoran seal impeller dan pompa overheat, yang menjadi prioritas utama perbaikan. Nilai RPN kedua sebesar 245 terdapat pada masalah coupling longgar dan bearing berisik. Penyebab utama kerusakan adalah tidak adanya jadwal perawatan rutin. Berdasarkan perhitungan Mean Time Between Failure (MTBF) dan Mean Time To Repair (MTTR), disarankan pemeliharaan preventif setiap 152 hari untuk pompa utara putra dan pompa selatan putri, serta setiap 76 hari untuk pompa selatan putra dan pompa utara putri.} }