@thesis{thesis, author={Maulia Rahma Avina}, title ={Efektivitas model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD pada pembelajaran IPAS terhadap keaktifan peserta didik kelas IV SD}, year={2024}, url={http://eprints.uad.ac.id/75977/}, abstract={Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya keaktifan pada peserta didik kelas IV. Banyak proses pembelajaran yang hanya sekedar menedengarkan, mengerjakan tugas, dan hanya terfokus pada buku saja sehingga pembelajaran di kelas sangat pasif. Hal tersebut menyebabkan kurangnya interaksi antara pendidik dan peserta didik atau peserta didik dengan peserta didik lainnya sehingga pembelajaran yang dilaksanakan menjadi tidak efektif. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pembelajaran IPAS materi keragaman budaya di kelas IV SD N Kintelan 1. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode ekperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-Experimental Design dengan bentuk desain One-Group Pretest-Posttest Design. Penelitian dilaksanakan dikelas IV SD Negeri Kintelan 1 dengan subjek 26 peserta didik. Alat penelitian yang digunakan berupa lembar observasi, tes, dan dokumentasi. Data diperoleh dengan dianalisis secara deskriptif dan diuji hipotesis dengan menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) penggunaan model pembelajaran Kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran IPAS materi keragaman budaya terdapat 5 fase, yaitu presentasi tujuan dan motivasi, pembentukan kelompok dengan mengorganisasikan peserta didik dalam kelompok-kelompok belajar, kerja sama dalam kelompok, evaluasi, dan memberi penghargaan/rewards. (2) efektivitas penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran IPAS materi keragaman budaya. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan, hasilnya menunjukan bahwa pada saat pre-test peserta didik memperoleh rata-rata sebesar 82,19 dan post-test peserta didik memperoleh rata-rata sebesar 95,5. Analisis data ini dilakukan dengan SPPSS versi 29 dan didapatkan hasil uji paired sample t-test menunjukkan adanya perbedaan keaktifan belajar setelah diterapkan model STAD dengan sebelum diterapkannya model STAD. Perbedaan ini ditunjukkan dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 pada penerapan model STAD, sehingga hipotesis nol (HO) ditolak dan (H1) teruji kebenarannya, yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah penerapan model STAD. Dengan demikian, penggunaan model STAD efektif meningkatkan keaktifan belajar peserta didik pada pembelajaran IPAS materi keragaman budaya.} }