@thesis{thesis, author={Jumiati Jumiati and Maudy Cecilia Maudy Cecilia}, title ={Prarancangan pabrik methyl acrylate dari proses esterifikasi asam akrilat dan metanol kapsitas 100.000 ton/tahun}, year={2023}, url={http://eprints.uad.ac.id/76471/}, abstract={Kebutuhan bahan kimia saat ini cukup tinggi di Indonesia salah satunya yaitu bahan kimia methyl acrylate. Saat ini, methyl acrylate masih belum diproduksi di dalam negeri sehingga untuk memenuhi kebutuhan tersebut perlu mengimport dari luar negeri. Oleh karena itu, Prarancangan Pabrik methyl acrylate ini bertujuan untuk dapat memenuhi kebutuhan bahan kimia methyl acrylate di dalam negeri megetahui kebutuhan methyl acrylate pada tahun 2028 dan mengetahui kelayakan pembangunan pabrik methyl acrylate di Indonesia. Dengan adanya pembangunan pabrik ini dapat bermanfaat untuk keperluan industri antara lain sebagai bahan tambahan pembuatan surface coating, tekstil, bahan perekat, industri kulit, kertas, adhesive dan sebagai bahan baku pembuatan polimer yaitu polimetil akrilat. Pabrik methyl acrylate dengan kapasitas 100.000 ton/tahun direncanakan berdiri pada tahun 2028 di Kawasan Industri Cilegon, Banten dengan luas area 3,21 ha. Methyl acrylate diproduksi dengan caramereaksikan asam akrilat dan metanol dengan bantuan amberlyst?15 pada suhu 75 ? dengan tekanan 1 atm. Reaktor yang digunakan untuk mereaksikan bahan tersebut adalah Reaktor Alir Tangki Berpengaduk (RATB). Reaksi dilakukan menggunakan 2 reaktor yang disusun secara peralel, reaksi bersifat Eksotermis sehingga ditambahkan jaket pendingin dengan media air untuk menjaga suhu didalam reaktor agar tetap konstan yang akan menghasilkan konversi methyl acrylate 63%. Proses pemisahannya menggunakan filter dan menara distilasi dengan hasil kemurnian sebesar 99,5%. Produk yang dihasilkan sebanyak 7939,8462 kg/jam. Untuk mendukung proses produksi methyl acrylate, dibutuhkan steam pemanas sejumlah 5200,2845 kg/jam dan air pendingin sejumlah 56596,2316 kg/jam. Kebutuhan air diperoleh dari sungai Ci baulakbaru, sedangkan kebutuhan listrik diperoleh dari PLN dan penyediaan generator set yang disediakan oleh pabrik.Berdasarkan tinjauan kondisi operasi, sifat bahan baku dan produk utama, maka pabrik methyl Acrylate dengan kapasitas 100.000 ton/tahun termasuk pabrik beresiko tinggi. Hasil analisis ekonomi dari pabrik prarancangan methyl acrylate diperoleh Percent Return of Investment (ROI) sebelum pajak 72,69%, ROI sesudah pajak 50,89%, Pay Out Time (POT) sebelum pajak adalah 1,21 tahun, POT sesudah pajak adalah 1,64 tahun, keuntungan sebelum pajak sebesar Rp 933.403.456.786/tahun, keuntungan sesudah pajak sebesar Rp 653.382.416.950/tahun, Break Even Point (BEP) sebesar 41,76% dari kapasitas maksimum produksi, Shut Down Point (SDP) sebesar 28% dan Discounted Cash Flow Rate (DCFR) sebesar 57,9918%. Dari hasil evaluasi ekonomi dapat disimpulkan bahwa pabrik methyl acrylate dengan kapasitas 100.000 ton/tahun ini layak untuk didirikan.} }