@thesis{thesis, author={Alna Nur Afriani Vivi}, title ={Profil pengobatan dan luaran klinis pasien Systemic Lupus Erythematosus (SLE) di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta tahun 2017-2022}, year={2023}, url={http://eprints.uad.ac.id/76858/}, abstract={Systemic Lupus Erythematosus (SLE) merupakan suatu kelainan autoimun yang menyebabkan peradangan kronis. Penyebab SLE adalah jaringan sehat yang diserang oleh sistem kekebalan tubuh sendiri. Gejala pada SLE cukup beragam karena berdasarkan organ yang diserang autoantibodi tubuh sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi pengobatan dan luaran klinis pasien SLE sehingga menjadi bahan evaluasi pengobatan, dan mengetahui luaran klinis dari terapi yang diberikan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional. Data yang digunakan adalah retrospektif dari rekam medis pasien SLE rawat jalan dan rawat inap di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. Data profil pengobatan dan luaran klinis dianalisis secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah penderita berjenis kelamin perempuan 18 pasien (90%), laki-laki 2 pasien (10%). Tidak terdapat usia pasien di 0-9 tahun dan 10-19 tahun. Usia 20-59 tahun 19 pasien (95%), ?60 tahun 1 pasien (5%). Gangguan ginjal (16,13%) adalah penyakit penyerta terbanyak dan durasi penyakit SLE terbanyak adalah 1-5 tahun (55%). Pengobatan pasien SLE adalah kortikosteroid (75%), imunosupresan (60%), NSAID (50%), dan antimalaria (20%). Selain itu pengobatan lainnya adalah antibiotik,mobat penyakit penyerta, suplemen, dan obat tambahan. Luaran klinis pasien adalah penurunan skala nyeri (35%), remisi gejala atau keluhan (25%), penurunan skala nyeri dan remisi gejala atau keluhan (20%), dan tidak ada luaran atau tidak mengalami perbaikan (20%). Dari penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa pengobatan SLE yang terbanyak adalah kortikosteroid (75%), dan luaran klinis yang terbanyak adalah penurunan skala nyeri (35%).} }