@thesis{thesis, author={Iskandar Najwa soraya}, title ={Perbedaan Pengaruh CBIA dan Penyuluhan Terhadap Tingkat Pengetahuan Dispepsia pada Masyarakat Kelurahan Wijimulyo Kulon Progo}, year={2024}, url={http://eprints.uad.ac.id/77811/}, abstract={Dispepsia merupakan suatu kondisi penyakit yang sangat mengganggu aktivitas seseorang dan jika tidak segera ditangani dengan baik akan berakibat fatal. Prevalensi dispepsia di Indonesia mencapai 40-50% dan menduduki peringkat 10 besar penyakit terberat. Salah satu cara untuk mengurangi angka dispepsia yaitu dengan meningkatkan pengetahuan kepada masyarakat mengenai pencegahan dan pengobatan dispepsia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Cara Belajar Insan Aktif (CBIA) dalam meningkatkan pengetahuan dispepsia. Penelitian menggunakan metode eksperimental semu melalui pendekatan pre and post-test design. Populasi pada penelitian ini adalah masyarakat Wijimulyo. sampel yang digunakan adalah masyarakat Wijimulyo dengan kriteria inklusi yaitu penduduk Pedukuhan Temanggal dan Wijilan yang berjenis kelamin perempuan dan laki-laki dengan usia 15-65 tahun, dan bersedia menjadi subjek penelitian dengan mengisi formulir informed consent. Kriteria eksklusi pada penelitian ini yaitu sampel yang tidak mengikuti seluruh tahapan penelitian secara menyeluruh dan pengisian kuesioner yang tidak lengkap. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan dispepsia yang sudah valid dan reliabel dengan kriteria nilai r-hitung>0,361 (r-tabel) dan nilai Cronbach?s alpha>0,6 (rtabel). Kemudian dilakukan analisis data dengan uji Wilcoxon untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan rata-rata pengetahuan antara sebelum dan sesudah perlakuan serta uji Mann-Whitney untuk mengetahui perbedaan efektifitas peningkatan pengetahuan antara CBIA dengan penyuluhan. Hasil penelitian (89 responden) menunjukkan bahwa metode Cara Belajar Insan Aktif (CBIA) lebih memberikan pengaruh dalam meningkatkan pengetahuan dispepsia dibandingkan dengan metode penyuluhan dengan hasil peningkatan pengetahuan dari 38,1 % menjadi 100%. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan pengaruh metode penyuluhan dan metode CBIA terhadap peningkatan pengetahuan tentang dispepsia pada masyarakat Desa Wijimulyo Kulon Progo. Metode CBIA mempunyai pengaruh yang lebih besar terhadap peningkatan pengetahuan tentang dispepsia dimasyarakat dibandingkan metode penyuluhan dengan nilai sig <0,05.} }