@thesis{thesis, author={Abdiningrum Aulia Rizki}, title ={Implementasi Watak Kewarganegaraan Santri di Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek R Krapyak Yogyakarta}, year={2023}, url={http://eprints.uad.ac.id/78239/}, abstract={Abdiningrum, A.R. (2022). Penguatan Watak Kewarganegaraan Santri di Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek R Krapyak Yogyakarta. Yogyakarta: Universitas Ahmad Dahlan. ABSTRAK Pendidikan dapat membentuk watak kewarganegaraan seseorang menjadi warga negara yang memiliki moral, etika, dan karakter yang baik yang dapat diasah, dilatih atau dibentuk di sekolah formal dan diperkuat di pondok pesantren. Di Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek R sebagai lembaga pendidikan sangat diharapkan perannya dalam menumbuhkan dan mempelajari serta menerapkan civic disposition karena masih ditemukan beberapa santri yang belum memiliki kesopanan, kemandirian, rasa tanggungjawab dan disiplin. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap proses penguatan watak kewarganegaraan santri di Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek R yakni mengetahui bentuk-bentuk penguatan, metode yang digunakan dan faktor yang mempengaruhi dalam penguatan watak kewarganegaraan pada santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Peneliti menggambarkan dan menganalisis secara kritis terhadap fenomena yang diteliti yakni tentang penguatan watak kewarganegaraan santri di pondok pesantren. Subjek penelitian yaitu pengasuh, pengurus, ustadz/ustadzah, lingkungan sekitar pondok pesantren, dan santriwati. Objek penelitian ini yaitu penguatan watak kewarganegaraan santri. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan meliputi tahap reduksi data, penyajian data, verifikasi dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1). Bentuk-bentuk penguatan watak kewarganegaran adalah nasehat/motivasi yang diberikan pengasuh dan guru ketika pembelajaran dikelas, sowan, dan mauidhoh hasanah; keteladanan seorang masyayikh seperti tawadhu? nya seorang guru dalam mengajar, disiplin dalam melaksanakan kegiatan, mengenal kapasitas diri seorang guru, serta istiqomahnya seorang masyayikh dan guru; dan pembiasaan melakukan hal-hal baik;. 2). Metode yang digunakan adalah metode ceramah melalui nasehat dan ketika pembelajaran dikelas; metode pembiasaan dilaksanakan dengan melatih melalui suri tauladan para masyayikh dan ustadz/ustadzah; dan metode keteladanan yang diberikan oleh masyayikh, pengasuh dan ustadzah melalui perilaku yang baik seperti disiplin, cara berpakaian yang baik dan tutur kata yang lembut dan sopan. 3). Faktor yang mempengaruhi dalam penguatan watak kewarganegaraan adalah faktor internal yang meliputi diri sendiri dan habit dan faktor eksternal yang meliputi keluarga, terkhusus orangtua; masyayikh (para kyai) yang menjadi teladan bagi para santri; ustadz/ustadzah yang menjadi contoh dan telaldan para santri; pendidikan dan lingkungan.} }