@thesis{thesis, author={ARIANI DEVI APRILIA}, title ={TINJAUAN KEAKURATAN KODE DIAGNOSIS TUBERKULOSIS BERDASARKAN ICD 10 PADA DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT INAP DI RSUD Ir. SOEKARNO SUKOHARJO}, year={2022}, url={http://eprints.udb.ac.id/id/eprint/1386/}, abstract={ABSTRAK DEVI APRILIA ARIANI Tinjauan Keakuratan Kode Diagnosis Tuberkulosis Berdasarkan ICD 10 pada Dokumen Rekam Medis Rawat Inap di RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo Keakuratan kode diagnosis merupakan hal penting yang harus diperhatikan oleh tenaga rekam medis. Kode diagnosis yang tidak akurat dapat menyebabkan berkurangnya kualitas dokumen rekam medis yang berpengaruh pada kualitas mutu pelayanan rumah sakit serta mempengaruhi laporan morbiditas maupun mortalitas dan ketepatan tarif pada INA-CBGs yang merupakan metode pembayaran di rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui Keakuratan Kode Diagnosis Tuberkulosis Berdasarkan ICD-10. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif ini dilakukan untuk mendiskripsikan atau menggambarkan mengenai keakuratan kode diagnosis Tuberkulosis. Data yang diperoleh untuk metode deskriptif ini di dapatkan dari pengamatan, wawancara, dan penelitian secara langsung di rumah sakit dengan rentan tahun 2019-2021. Populasi dalam penelitian ini yaitu sebanyak 155 dokumen. Pengambilan sampel dengan teknik simple random sampling diperoleh 112 dokumen dengan menggunakan rumus Slovin. Penelitian ini menggunakan analisis secara deskriptif yang mana peneliti mendiskripsikan setiap variabel penelitian. Dari hasil penelitian yang diperoleh menyatakan bahwa nilai ketidakakuratan kode diagnosis Tuberkulosis tidak terlalu tinggi yaitu dengan rata-rata 25,89%. Ketidakakuratan kode diagnosis Tuberkulosis terletak pada salah kode yang disebabkan karena coder salah dalam memberikan kode, salah kode karakter ke-4, dan tidak dikode. Penulis menyarankan untuk SPO pemberian kode diagnosis ICD-10 dan ICD 9-CM dibuat secara terpisah agar coder dapat membaca langkah-langkah pengodean dengan runtut sesuai kaidah pemberian kode diagnosis. Penulis juga menyarankan agar coder lebih banyak mengikuti pelatihan dalam pembacaan keterangan pada lembar penunjang agar dapat menentukan kode yang tepat. Serta sebaiknya perlu adanya sosialisasi komite medik kepada seluruh dokter dalam menuliskan diagnosis. Kata Kunci : Keakuratan Kode, Diagnosis Tuberkulosis, ICD-10 Kepustakaan : 20 (2001-2021)} }