@thesis{thesis, author={LESTARI DYAH}, title ={Penerapan Relaksasi Nafas Dalam Pada Pasien Skizofrenia Dengan Resiko Perilaku Kekerasan}, year={2022}, url={http://eprints.udb.ac.id/id/eprint/1415/}, abstract={Latar Belakang : Skizofrennia adalah sinndrom etiologic yang tidak di ketahui dan di tandai dengan distur gangguan kognisi, emosi, persepsi, pemikiraan dan perilaku. Resiko perilaku kekerasan merupakan keadaan dimana seseorang melakukan tindakan yang dapat membahayaka secara fisik baik kepada diri sendiri maupun orang lain. Untuk menangani masalah resiko perilaku kekerasan salah satunya dengan relaksasi nafas dalam karena dapat mengatur emosi dan menjaga keseimbaangn emosi sehingga emosi marah tidak berlebihan. Manfaat melakukan teknik relaksasi nafas dalam yaitu dapat mengatur emosi dan menjaga keseimbangan emosi sehingga emosi marah tidak berlebihan. Tujuan : mengetahui pengaruh penerapan relaksasi nafas dalam pasien skizofrenia dengan resiko perilaku kekerasan. Metode : metode yang dilakukan penelitian ini menggunakan metode observasi dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputti pengkajian, diagnose keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi dengan pennerapan terapi relaksasi nafas dalam. Hasil : hasil skor resiko perilaku kekerasan pada klien dengan penerapan relaksasi nafas dalam dilakukan selama 6 hari sesuai dengan teori yang diatas bahwa terapi relaksasi nafas dalam dapat menurunkan skor resiko perilaku kekerasan. Kesimpulan : hasil penelitian yang didapat yaitu skor resiko perilaku kekerasan pada pasien sebelum dan sesudah dilakukan terapi relaksasi nafas dalam didapatkan penurunan dengan skor 4.} }