@thesis{thesis, author={NAZAR AHLUL}, title ={Formulasi dan aktivitas antibakteri sabun cuci tangan ekstrak etanol herba seledri (Apium Graveolens) terhadap Staphylococus Aureus.}, year={2022}, url={http://eprints.udb.ac.id/id/eprint/1446/}, abstract={Tanaman seledri merupakan salah satu tanaman yang telah banyak digunakan sebagai obat tradisional. Selain itu, tanaman ini juga telah dikenal luas dalam terapi hipertensi, pemacu enzim pencernaan, diuretik, mengurangi rasa sakit, dan sedatif. Tanaman ini merupakan tanaman yang populer sebagai sayuran, dengan bau yang sedap dan khas. Seledri memiliki kandungan minyak atsiri, flavonoid, tanin, saponin, fitosterol, apigenin, lipase, vitamin A, B dan C. Sabun adalah surfaktan yang terdiri dari gabungan antara air sebagai pencuci dan pembersih yang terdapat pada sabun batang dan dalam sabun cair. Uji aktivitas antibakteri sabun cair ekstrak herba seledri, menggunakan metode difusi kertas cakram dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode SPSS (Statistical Product of Solutions) dengan menggunakan uji One Way Anova (Analysis of Varian). Pengujian lanjutan dilakukan dengan Post Hoc Tukey untuk melihat perbedaan daya hambat dari setiap konsentrasi. Hasil pengujian aktivitas antibakteri sabun cair ekstrak herba seledri menunjukan adanya daya hambat sebagai antibakteri. Konsentrasi paling efektif dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus ATCC 25923 pada penelitian ini adalah konsentrasi 15% dengan rata-rata diameter zona hambat 13,8 mm. Hal ini menunjukkan sabun cair ekstrak herba seledri dengan konsentrasi (15%) tergolong kuat.} }