@thesis{thesis, author={YUNITA BESTARI}, title ={Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Fraksi N-Heksan, Fraksi Etil Asetat dan Fraksi Air Daun Mangkokan (Nothopanax scutellarium Merr) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus.}, year={2022}, url={http://eprints.udb.ac.id/id/eprint/1449/}, abstract={Daun mangkokanDaun mangkokan mengandung banyak senyawa kimia flavonoid seperti flavonol dan flavon, dimana senyawa ini dapat digunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan potensi aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol dan fraksi daun mangkokan, serta dapat mengetahui golongan senyawa kimia yang terkandung dari daun mangkokan yang memiliki aktivitas antibakteri. Daun mangkokan diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96persen, dilanjutkan dengan fraksinasi menggunakan metode ekstraksi cair-cair dengan pelarut n-Heksan, etil asetat, dan air. Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol, fraksi n-Heksan, fraksi etil asetat dan fraksi air menggunakan metode difusi kertas cakram dan dilusi dengan menggunakan konsentrasi 20persen, 40persen, 60persen, dan 80persen. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode SPSS (Statistical Product of Solutions) dengan menggunakan uji One Way Anova (Analysis of Varian). Adanya perbedaan signifikan pada uji ditandai dengan nilai (Pkurang lebih0,05). Pengujian lanjutan dilakukan dengan Post Hoc Tukey untuk melihat perbedaan daya hambat dari setiap konsentrasi. Adanya nilai Homegeneus Subsets etil asetat dengan konsentrasi 60persen dan 80persen pada tabel yang sama menunjukkan (P>0,05) tidak adanya perbedaan signifikan antara kedua konsentrasi tersebut. Hasil pengujian aktivitas antibakteri menunjukan ekstrak dan fraksi memiliki daya hambat sebagai antibakteri. Fraksi teraktif dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus ATCC 25923 pada penelitian ini adalah fraksi etil asetat, yaitu pada konsentrasi 80persen dengan rata-rata diameter zona hambat 18,73 mm. Hasil uji fraksi etil asetat pada metode dilusi didapatkan KBM pada konsentrasi 20persen. mengandung banyak senyawa kimia flavonoid seperti flavonol dan flavon, dimana senyawa ini dapat digunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan potensi aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol dan fraksi daun mangkokan, serta dapat mengetahui golongan senyawa kimia yang terkandung dari daun mangkokan yang memiliki aktivitas antibakteri. Daun mangkokan diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96persen, dilanjutkan dengan fraksinasi menggunakan metode ekstraksi cair-cair dengan pelarut n-Heksan, etil asetat, dan air. Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol, fraksi n-Heksan, fraksi etil asetat dan fraksi air menggunakan metode difusi kertas cakram dan dilusi dengan menggunakan konsentrasi 20persen, 40persen, 60persen, dan 80persen. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode SPSS (Statistical Product of Solutions) dengan menggunakan uji One Way Anova (Analysis of Varian). Adanya perbedaan signifikan pada uji ditandai dengan nilai (Pkurang lebih0,05). Pengujian lanjutan dilakukan dengan Post Hoc Tukey untuk melihat perbedaan daya hambat dari setiap konsentrasi. Adanya nilai Homegeneus Subsets etil asetat dengan konsentrasi 60persen dan 80persen pada tabel yang sama menunjukkan (P>0,05) tidak adanya perbedaan signifikan antara kedua konsentrasi tersebut. Hasil pengujian aktivitas antibakteri menunjukan ekstrak dan fraksi memiliki daya hambat sebagai antibakteri. Fraksi teraktif dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus ATCC 25923 pada penelitian ini adalah fraksi etil asetat, yaitu pada konsentrasi 80persen dengan rata-rata diameter zona hambat 18,73 mm. Hasil uji fraksi etil asetat pada metode dilusi didapatkan KBM pada konsentrasi 20persen.} }