@thesis{thesis, author={khairunnisa clarisa dhyas}, title ={Tinjauan Keakuratan Kode Diagnosis Sistem Sirkulasi Pada Pasien Rawat Inap Di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (UNS) Sukoharjo}, year={2022}, url={http://eprints.udb.ac.id/id/eprint/1613/}, abstract={ABSTRAK CLARISA DHYAS KHAIRUNNISA Tinjauan Keakuratan Kode Diagnosis Sistem Sirkulasi Pada Pasien Rawat Inap Di Rumah Sakit UNS Sukoharjo Keakuratan kode diagnosis berperan penting dalam sumber informasi pelaporan. Perlu dilakukannya analisis keakuratan kode diagnosis berdasarkan ICD-10 bertujuan untuk meminimalisir kesalahan data, informasi laporan dan ketepatan tarif INA-CBG. Berdasarkan studi pendahuluan pada sistem sirkulasi. Dari 10 dokumen rekam medis sebanyak 5 dokumen atau sekitar 50% tidak akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor ? faktor yang berkaitan dengan ketidakakuratan kode ICD? 10 pada diagnosis sistem sirkulasi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, dengan pendekatan retrospektif. Tekhnik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara, instrumen penelitian berupa pedoman observasi, pedoman wawancara, checklist, alat tulis, alat rekam suara, dan ICD? 10. Jumlah sampel yang digunakan 90 dokumen rekam medis dan populasi sebanyak 872. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 90 sampel sebanyak 71 dokumen (79%) yang akurat dan 19 dokumen (21?%) tidak akurat, yang dibagi menjadi 2 klasifikasi yaitu salah pemilihan kode sebanyak 11 dokumen rekam medis (58%) serta kesalahan pemilihan karakter ke-4 sebanyak 8 dokumen rekam medis (42%). Faktor yang menyebabkan ketidakakuratan yaitu tenaga medis, tenaga rekam medis dan kesehatan lainnya. Ketidakakuratan kode diagnosis sistem sirkulasi disebabkan oleh tulisan dokter yang kurang jelas dan coder merangkap tugas lain. Pelaksanaan pengkodean diagnosis sistem sirkulasi sudah sesuai dengan SPO yang ada di rumah sakit UNS Sukoharjo. Sebaiknya dokter menuliskan diagnosis dengan jelas agar memudahkan coder dalam pemberian kode diagnosis, perlunya kejelasan pembagian tugas agar coder tidak merangkap tugas lain.} }