@thesis{thesis, author={SATYA EVITTA AYU}, title ={Tinjauan Keakuratan Kode Diagnosis Diabetes Mellitus Tipe 2 Pada Dokumen Rekam Medis Rawat Jalan Berdasarkan ICD-10 Di Rumah Sakit Panti Waluyo Yakkum Surakarta Periode 2019-2020}, year={2022}, url={http://eprints.udb.ac.id/id/eprint/1631/}, abstract={ABSTRAK EVITTA AYU SATYA Tinjauan Keakuratan Kode Diagnosis Diabetes Mellitus Tipe 2 Pada Rekam Medis Pasien Rawat Jalan Berdasarkan ICD-10 Di Rumah Sakit Panti Waluyo Yakkum Surakarta Periode 2019-2020 Berdasarkan hasil studi pendahuluan penulis mengambil keakuratan kode diagnosis diabetes mellitus tipe 2 karena kasus tersebut menempati peringkat pertama dalam data 10 besar penyakit pasien rawat jalan di tahun 2019 dan mengalami penurunan peringkat dalam urutan sembilan di tahun 2020. Dari pengambilan 10 sampel diketahui 7 dokumen tidak akurat. Hal ini menunjukkan masih ada kesalahan dalam proses pemberian kode diagnosis. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, dengan pendekatan retrospective. Sampel 187 kasus diabetes mellitus tipe 2 dengan teknik simple random sampling. Metode peng data berupa observasi dan wawancara. Pengolahan data dengan editing, classification, coding, data entry, tabulasi, dan penyajian data. Analisis dilakukan secara deskriptif. Keakuratan kode diagnosis diabetes mellitus tipe 2 di Rumah Sakit Panti Waluyo Yakkum Surakarta belum sepenuhnya akurat 100% yang dapat dilihat dari analisis penelitian terhadap 187 dokumen rekam medis rawat jalan yang sudah diteliti. Terdapat persentase keakuratan kode diagnosis sebesar 93% dan persentase ketidakakuratan sebesar 94%. Ketidakakuratan tersebut di klasifikasikan berdasarkan kesalahan pada pemilihan kode karakter keempat, kesalahan tidak menggunakan kode dagger dan asterisk, kesalahan tidak dikode. Faktor yang berkaitan dengan ketidakakuratan kode diagnosis diabetes mellitus tipe 2 di Rumah Sakit Panti Waluyo Yakkum Surakarta periode 2019-2020 berdasarkan hasil penelitian ketidakakuratan dalam pemberian kode disebabkan terjadinya peralihan sistemnya yang erorr, serta penginputan kesesuaian penulisan terkait tulisan dokter yang kurang jelas dan susah dibaca oleh petugas sehingga menghambat pelaksanaan pengkodean dimana petugas kesulitan untuk menentukan kode dengan tepat. Dalam melaksanakan pengkodean sebaiknya petugas coding lebih teliti dalam mengkode dan jika kurang jelas dikonfirmasikan dengan dokter penanggung jawab pasien.} }