@thesis{thesis, author={PRASETYO GENIUS}, title ={Tinjauan Keakuratan Kode Diagnosis Necrosis of Pulp Pada Pasien Rawat Jalan di RS Panti Waluyo Yakkum Surakarta tahun 2019}, year={2022}, url={http://eprints.udb.ac.id/id/eprint/1633/}, abstract={ABSTRAK Genius Prasetyo Tinjauan Keakuratan Kode Diagnosis Necrosis of Pulp pada pasien rawat jalan di RS Panti Waluyo Yakkum Surakarta Tahun 2019 Keakuratan kode diagnosis berperan penting dalam sumber informasi pelaporan. Perlu dilakukan nya analisis keakuratan kode diagnosis berdasarkan ICD-10 betujuan untuk meminimalisir kesalahan data, informasi laporan dan ketepatan tarif INA-CBG?s. Berdasarkan survei pendahuluan didapatkan 60% dokumen tidak akurat dan 40% akurat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keakuratan kode diagnosis Necrosis of Pulp pada pasien rawat jalan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Populasi pada penelitian ini 8675 dengan sampel 200 menggunakan rumus slovin dengan simple random sampling. Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara, pedoman observasi, check list, ICD-10. Pengolahan data berupa editing, coding, cleaning, tabulasi, klasifikasi, dan penyajian data. Persentase keakuratan dan ketidakakuratan kode diagnosis Necrosis of Pulp dari 200 dokumen terdapat 80 dokumen tidak akurat dengan persentase 40% dan 120 dokumen akurat dengan persentase 60%. Ketidakakuratan kode tersebut berkaitan oleh tiga faktor dari tenaga medis adalah tulisan dokter susah terbaca. Faktor dari tenaga rekam medis adalah petugas coder merangkap pekerjaan di pelaporan dan assembling, sehingga menyebabkan kurang ketelitian dalam membaca lembar-lembar yang berisi keterangan tambahan yang menunjang keakuratan kode. Faktor dari tenaga kesehatan lainnya adalah perawat dalam mengisi lembar ringkasan pelang tulisan tidak terbaca. Pelaksanaan pemberian kode sudah sesuai SOP yang ada, keakuratan kode diagnosis utama Necrosis of Pulp sebanyak 120 dokumen akurat dengan persentase 60% dan ketidakakuratan kode sebanyak 80 dokumen dengan persentase 40%. Faktor ketidakakuratan kode berkaitan dengan dokter, coder, dan perawat. Sebaiknya pihak rumah sakit melalui komite medik melakukan sosialisasi terhadap tenaga medis (dokter) untuk mengisi berkasi rekam medis secara jelas agar mudah dibaca dan dimengerti sehingga menghasilkan kode yang akurat. Pemberian kode di RS Panti Waluyo Yakkum Surakarta sudah baik, namun alangkah baik nya coder dapat lebih teliti dalam membaca keterangan yang tertera pada lembar-lembar penunjang agar dapat menentukan kode yang lebih spesifik sehingga menghasilkan kode yang akurat. Kata Kunci : Keakuratan Kode, Diagnosis, Necrosis of Pulp, Pada Pasien Rawat Jalan Kepustakaan : 22 (2004-2018)} }