@thesis{thesis, author={SAPUTRI DEVIKA MEGA NUR}, title ={Perbandingan Kadar Flavonoid dan Efektivitas Penghambatan Enzim Xantin Oksidase Antara Ekstrak dan Infusa Kulit Salak Pondoh (Salacca edulis Reinw)}, year={2023}, url={https://eprints.udb.ac.id/id/eprint/2180/}, abstract={DEVIKA MEGA NS., 2023, PERBANDINGAN KADAR FLAVONOID DAN EFEKTIVITAS PENGHAMBATAN ENZIM ?-AMILASE ANTARA EKSTRAK DAN INFUSA KULIT SALAK PONDOH (Salacca zalacca (Gaertn.) Voss), SKRIPSI, FAKULTAS ILMU KESEHATAN, UNIVERSITAS DUTA BANGSA, SURAKARTA. Salak pondoh (Salacca zalacca (Gaertn.) Voss) merupakan varietas yang populer di Indonesia yang mengandung vitamin C dan betakaroten 5 kali lebih besar dibandingkan dengan buah mangga. Adanya kandungan flavonoid di dalam buah dan kulit salak menjadikan salak sebagai antioksidan alami yang baik, sebagai penghambat xantin oksidase, dan sebagai penurun kadar gula darah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kadar flavonoid, penghambatan aktivitas enzim ?-amilase, dan konsentrasi optimum ekstrak dan infusa kulit salak pondoh (Salacca zalacca (Gaertn.) Voss) terhadap penghambatan enzim ?-amilase. Hasil pengujian kadar flavonoid total ekstrak dan infusa kulit salak pondoh (Salacca zalacca (Gaertn.) Voss) memiliki kadar flavonoid total sebesar 33,09 mg QE/g dan 37,74 mg QE/g. Hasil uji penghambatan enzim ?-amilase oleh ekstrak dan infusa kulit salak pondoh (Salacca zalacca (Gaertn.) Voss), dan pembanding atau acarbose diperoleh nilai IC50 berturut-turut yaitu 66,49 ppm; 62,55 ppm; dan 6,01 ppm. Konsentrasi terbaik pada ekstrak dan infusa kulit salak pondoh (Salacca zalacca (Gaertn.) Voss) dalam menghambat enzim ?-amilase yaitu sama-sama pada konsentrasi 250 ppm dan pada pembanding atau acarbose pada konsentrasi 20 ppm.} }