@thesis{thesis, author={Desi Hijri Anita}, title ={PERBEDAAN EFEKTIVITAS REBUSAN DAUN SIRSAK DENGAN REBUSAN DAUN SALAM TERHADAP KADAR ASAM URAT DAN INTENSITAS NYERI SENDI PADA PENDERITA ARTHRITIS GOUT DI DESA WIRAMASTRA KECAMATAN BAWANG KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2017}, year={2017}, url={http://eprints.uhb.ac.id/id/eprint/1356/}, abstract={Arthritis gout merupakan suatu penyakit peradangan pada persendian yang dapat diakibatkan oleh gangguan metabolisme (peningkatan produksi) maupun gangguan ekskresi dari asam urat yang merupakan produk akhir dari metabolisme purin, sehingga terjadi peningkatan kadar asam urat dalam darah. Salah satu terapi non farmakologi untuk menurunkan kadar asam urat dan intensitas nyeri dapat digunakan pengobatan alami yang berasal dari tumbuhan, yaitu daun sirsak dan daun salam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas rebusan daun sirsak dan rebusan daun salam dalam menurunkan kadar asam urat dan intensitas nyeri sendi pada penderita arthtritis gout di Desa Wiramastra Kecamatan Bawang Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini menggunakan desain Quasi Experiment. Sampel sebanyak 28 orang yang dibagi 2 kelompok pada masing-masing intervensi, diambil dengan teknik purposive sampling. Uji statistik yang digunakan adalah wlcoxon, paired t-test, mann whitney dan independent t-test. Dari hasil analisa data dengan menggunakan wilcoxon didapatkan p-value 0,001, uji paired t-test didapatkan nilai p-value 0,000, sehingga dapat disimpukan bahwa ada pengaruh rebusan daun sirsak dan rebusan daun salam terhadap penurunan kadar asam urat dan intensitas nyeri sendi pada pasienn arthtritis gout. Hasil analisa bivariat menunjukan bahwa rebusan daun sirsak lebih efektif untuk menurunkan kadar asam urat, sementara untuk menurunkan intensitas nyeri sendi rebusan daun sirsak dan rebusan daun salam sama-sama efektif.} }