@thesis{thesis, author={ANITA RINI}, title ={ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR By. Ny. K UMUR 0 JAM – 3 HARI DENGAN ASFIKSIA SEDANG DI RSUD Dr. SOEDIRMAN KEBUMEN JAWA TENGAH TAHUN 2015}, year={2015}, url={http://eprints.uhb.ac.id/id/eprint/1711/}, abstract={Latar belakang : Menurut SDKI 2012 adalah 32/1000 kelahiran hidup. Provinsi Jawa Tengah tahun 2010 sebesar 10,62/1.000 Kelahiran Hidup menurun bila dibandingkan tahun 2011 sebesar 10,34/1.000 Kelahiran Hidup. Berdasarkan hasil Prasurvey yang telah dilaksanakan pada RSUD Dr, Soedirman Kebumen Jawa Tengah pada tahun 2013 didapatkan data Angka kejadian asfiksia sedang, 71(9,59%) sedangkan pada tahun 2014 didapatkan data asfiksia sedang, 51 (8,74%). Alasan memberikan asuhan, karena pada bayi asfiksia harus segera ditangani dengan tindakan resusitasi, Jika tidak ditangani segera bisa menyebabkan kematian dan komplikasi pada bayi baru lahir yaitu edema otak, perdarahan otak, kejang dan koma bisa menyebabkan kerusakan dan ketidak sempurnaan sistem organ pada bayi (Hasan 2007). Pembahasan : Setelah dilakukan asuhan kebidanan selama 3 hari pada bayi Ny K dengan asfiksia sedang di RSUD Dr. Soedirman Kebumen jawa tengah, maka hasil asuhan yang didapat yaitu pelaksanaan antara lahan dan teori terdapat kesenjangan dalam pemenuhan nutrisi pada bayi mengunakan PASI, dan diberikan mengunakan dot, sedangkan menurut teori pemenuhan nutrisi menggunakan ASI dan diberikan menggunakan sendok, spuit atau pipet. Simpulan, saran : Asfiksia sedang dapat dilakukan pendokumentasian dengan cara : pengkajian, interprestasi data, identifikasi diagnosa atau masalah potensial, identifikasi kebutuhan akan tindakan segera, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Lebih meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya pada kasus dengan asfiksia sedang, baik itu instansi rumah sakit dan tenaga kesehatan lainya.} }