@thesis{thesis, author={Yutika Febi Melikasari Yutika}, title ={ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK KEJANG DEMAM DALAM PEMENUHAN KESEIMBANGAN TERMOREGULASI}, year={2021}, url={http://eprints.ukh.ac.id/id/eprint/2047/}, abstract={Febrile seizures are seizures that occur when there is an increase in body temperature (rectal temperature above 38oC) caused by extracranial processes that usually occur in children aged 6 months to 5 years. The cause of febrile seizures, namely viral infections, is also one of the common causes of a child having a fever which then triggers a seizure. A warm compress is an action to lower body temperature. The purpose of this case study is to know the description of nursing in children with febrile seizures in fulfilling thermoregulation balance. This research method is descriptive using a case study approach with one child respondent who has a febrile seizure. The instrument used in this case study uses a body temperature measuring device, namely a mercury thermometer. The intervention carried out was a warm water compress which was carried out after checking the child's temperature above 38oC, a warm compress was stiffened on the axilla with a water temperature of 38oC carried out for approximately 30 minutes. The case study results showed that a warm compress can lower body temperature from 39.9oC to 37.3oC. Recommendation: to lower body temperature in children with febrile seizures, warm water compresses can be given. Kejang Demam merupakan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal di atas 38oC) yang disebabkan oleh proses ekstrakranium yang biasa terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun. Penyebab kejang demam yaitu infeksi virus juga merupakan salah satu penyebab umum seorang anak mengalami demam yang kemudian memicu kejang. Kompres air hangat merupakan tindakan untuk menurunkan suhu tubuh. Tujuan studi kasus ini untuk mengetahui gambaran asuhan keperawatan pada anak kejang demam dalam pemenuhan keseimbangan termoregulasi. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus dengan satu responden anak yang mengalami kejang demam. Instrumen yang digunakan pada studi kasus ini menggunakan alat pengukur suhu tubuh yaitu thermometer air raksa. Intervensi yang dilakukan yaitu kompres air hangat yang dilakukan pada saat setelah pengecekan suhu anak diatas 38oC, kompres hangat dikakukan pada axilla dengan suhu air 38oC dilakukan kurang lebih 30 menit. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa kompres air hangat dapat menurunkkan suhu tubuh dari 39,9oC menjadi 37,3oC. Rekomendasi: untuk menurunkan suhu tubuh pada anak yang mengalami kejang demam dapat diberikan kompres air hangat.} }