@thesis{thesis, author={Novi Astian Novi}, title ={ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. D DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN CATUR SUSILOWATI Amd. Keb KARANGMALANG SRAGEN}, year={2021}, url={http://eprints.ukh.ac.id/id/eprint/2499/}, abstract={Abstrak Latar belakang: Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2020 jumlah AKI di dunia tercatat sebanyak 295.000 perempuan meninggal selama dan setelah kehamilan serta persalinan pada tahun 2017. Sedangkan AKI di indonesia selama periode 1991-2015 terjadi penurunan dari 390 menjadi 305 per 100.000 kelahiran hidup, walaupun terdapat penurunan AKI, namun tidak berhasil mencapai target Sustainnable Development Goals (SDGs) yakni sebesar 102 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2015. Jumlah AKI di Indonesia menurut provinsi tahun 2018-2019 terjadi penurunan dari 4.226 per 4.810.130 kelahiran hidup menjadi 4.221 per 4.778.621 kelahiran hidup (Profil Kesehatan Indonesia, 2019). Asuhan Komprehensif atau disebut Continuity of Care (CoC) adalah asuhan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan teutama bidan, dimulai saat masa kehamilan, bersalin, BBL, nifas dan KB dengan mengutamakan kesinambungan pelayanan yang dilakukan seorang wanita dan bidan. Tujuan: Untuk memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada ibu hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana pada Ny. D dengan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan sesuai dengan teori menurut Varney. Metode: Observasional deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subyek: Yang digunakan adalah ibu hamil normal Ny. D mulai usia kehamilan 28 minggu pada bulan April tahun 2021 di Praktik Mandir Bidan Catur Susilowati Amd. Kebkemudian diikuti sampai ibu bersalin dan nifas sampai dengan bulan Juni tahun 2021. Hasil: Saat kehamilan Ny. D tidak ada masalah dalam kehamilannya. Proses bersalin berjalan dengan normal tanpa ada penyulit. BBL normal tidak ditemukan komplikasi. Nifas involusi uteri normal dan Ny. D ingin menggunakan KB IUD. Kesimpulan: Selama memberikan Asuhan kebidanan komprehensif tidak ditemukan adanya kesenjangan antara teori dan praktik.} }