@thesis{thesis, author={AULIA NAYA JEREVANY AULIA}, title ={ASUHAN EPERAWATAN PADA PASIEN HIPERTENSI: PENURUNAN CURAH JANTUNG DENGAN INTERVENSI SLOW DEEP BREATHING}, year={2023}, url={http://eprints.ukh.ac.id/id/eprint/4469/}, abstract={Program Studi Keperawatan Program Diplom Tiga Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kusuma Husada Surakarta 2023 ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN HIPERTENSI: PENURUNAN CURAH JANTUNG DENGAN INTERVENSI SLOW DEEP BREATHING Aulia Naya Jerevany ¹, Sutiyo Dani Saputro ² ¹ Mahasiswa Pregram Studi Keperawatan Program Diploma Tiga Universitas Kusuma Husada Surakarta Email : nayajerevan@gmail.com ² Dosen Program Studi Keperawatan Program Diploma Tiga Universitas Kusuma Husada Surakarta ABSTRAK Hipertensi biasanya disebut sebagai sellent killer, karena sering muncul tanpa keluhan. Hipertensi atau darah tinggi adalah tekanan darah sistolik sama dengan atau lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastolik sama dengan atau lebih dari 90 mmHg. Pasien hipertensi perlu diberikan teknik relaksasi nafas dalam salah satunya dengan pemberian teknik slow deep breathing untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Tujuan studi kasus ini adalah mengetahui gambaran asuhan keperawatan pada pasien hipertensi: Penurunan Curah Jantung dengan menggunakan intervensi Slow Deep Breathing. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan metode pendekatan studi kasus. Subjek tudi kasus ini salah satu orang dengan hipertensi di ruang ICU RSUD Ungaran pada 5, februari 2023. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa pengelolaan asuhan keperawatan pada pasien hipertensi: penurunan curah jantung dengan intervensi slow deep breathing didapatkan hasil terdapat penurunan teknan darah 166/94 mmHg menjadi 160/88 mmHg. Penelitian dilakukan 2× sehari selama 2,5 hari. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa teknik relaksasi nafas dalam slow deep breathing dapat menurunkan tekanan darah pasien hipertensi. Rekomendasi tindakan teknik relaksasi nafas dalam slow deep breathing dilakukan pada pasien hipertensi. Kata kunci : Slow deep breathing, hipertensi, Penurunan Curah Jantung Referensi : 30 (2016-2022)} }