@thesis{thesis, author={Akmal Gurnita Panggih Ramadhany Akmal}, title ={HUBUNGAN TINGKAT DEPRESI DENGAN GEJALA SELF HARM PADA REMAJA DI UNIVERSITAS KUSUMA HUSADA SURAKARTA}, year={2024}, url={http://eprints.ukh.ac.id/id/eprint/5979/}, abstract={Masa remaja merupakan masa peralihan yang penuh konflik dalam diri dimana sebagian remaja dapat mengatasi masa transisi ini dengan baik, namun beberapa remaja yang belum dapat menyesuaikan dengan peran barunya akan rentan terkena stress dan mudah depresi. Depresi pada remaja bukan hanya sekedar perasaan stress ataupun sedih begitu saja, namun sebuah keadaan serius yang dapat mempengaruhi perilaku, emosi dan cara berfikir remaja. Perilaku self harm atau perilaku menyakiti diri merupakan suatu bentuk perilaku yang dilakukan untuk mengatasi tekanan mental emosi atau upaya menyalurkan rasa sakit secara emosional dengan melukai dan merugikan diri sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat depresi dengan gejala self harm pada remaja di Universitas Kusuma Husada Surakarta. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, menggunakan metode analitikkorelasional dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 70 responden, Teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner Children Depression Inventory (CDI) yang telah teruji validitas dan reliabilitas dengan didapatkan nilai sensitivitas validitas 99,02% dan spesifisitas sebesar 94,29% dan uji reabilitas dengan skor sebesar ?=0,7135 dan Self Harm Inventory (SHI) yang telah teruji reliabilitas dengan skor Cronbach?s alpha 0,831. Hasil penelitian menunjukkan usia rata-rata responden 19 tahun (57,1%)dan berjenis kelamin perempuan. Berdasarkan hasil diketahui bahawa responden yang memiliki kategori ringan, sedang, dan berat dengan memiliki gejala sebanyak 10 responden (14,3%). Hasil bivariat menggunakan uji chi-square menunjukkan p-value = 0,008 (P<0,05) maka H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti terdapat hubungan tingkat depresi dengan gejala self harm pada remaja.} }