@thesis{thesis, author={ILAFISANI QUR-ANI MENTARI VIRYA}, title ={PENGARUH STRUKTUR GOVERNANCE, UKURAN PERUSAHAAN, DAN RISIKO PERUSAHAAN TERHADAP FEE AUDIT (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2013-2016)}, year={2018}, url={http://eprints.umg.ac.id/2732/}, abstract={Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh struktur governance, ukuran perusahaan dan risiko perusahaan terhadap fee audit. Perusahaan yang berukuran besar dan memiliki risiko yang tinggi dapat menambah pekerjaan auditor dalam memberikan opininya, sehingga menyebabkan jumlah fee audit yang tinggi. Keberadaan struktur governance sebagai mekanisme pengawasan dan pengendalian diharapkan dapat mengurangi risiko, sehingga fee audit yang rendah dapat dicapai. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang berasal dari laporan tahunan dan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2013-2016. Sampel terdiri dari 72 perusahaan dengan menggunakan metode purposive sampling. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan model regresi berganda. Sebelum dilakukan uji regresi, data terlebih dahulu diuji dengan menggunakan uji asumsi klasik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komisaris independen dan risiko perusahaan mempunyai pengaruh negatif dan signifikan terhadap fee audit. Sedangkan ukuran perusahaan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap fee audit. Hal tersebut membuktikan bahwa ukuran perusahaan yang besar akan menambah pekerjaan auditor dalam memberikan opininya dan menyebabkan jumlah fee audit yang tinggi. Variabel ukuran dewan komisaris dan komite audit tidak berpengaruh signifikan terhadap fee audit.Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh struktur governance, ukuran perusahaan dan risiko perusahaan terhadap fee audit. Perusahaan yang berukuran besar dan memiliki risiko yang tinggi dapat menambah pekerjaan auditor dalam memberikan opininya, sehingga menyebabkan jumlah fee audit yang tinggi. Keberadaan struktur governance sebagai mekanisme pengawasan dan pengendalian diharapkan dapat mengurangi risiko, sehingga fee audit yang rendah dapat dicapai. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang berasal dari laporan tahunan dan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2013-2016. Sampel terdiri dari 72 perusahaan dengan menggunakan metode purposive sampling. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan model regresi berganda. Sebelum dilakukan uji regresi, data terlebih dahulu diuji dengan menggunakan uji asumsi klasik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komisaris independen dan risiko perusahaan mempunyai pengaruh negatif dan signifikan terhadap fee audit. Sedangkan ukuran perusahaan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap fee audit. Hal tersebut membuktikan bahwa ukuran perusahaan yang besar akan menambah pekerjaan auditor dalam memberikan opininya dan menyebabkan jumlah fee audit yang tinggi. Variabel ukuran dewan komisaris dan komite audit tidak berpengaruh signifikan terhadap fee audit.} }