@thesis{thesis, author={KHUNAEVI LILIK}, title ={PERANAN “PARENTAL DIVORCE” DALAM KASUS PERCERAIAN}, year={2015}, url={http://eprints.umg.ac.id/2842/}, abstract={Perceraian adalah ketika dua orang yang sudah menikah memutuskan untuk mengakhiri hubungannya secara hukum yang disebabkan oleh suatu alasan tertentu. Parental Divorce, pengalaman perceraian orang tua. Umumnya dipercayai bahwa orang yang orangtuanya bercerai lebih rentan terhadap perceraian mereka sendiri. Parental Divorce merupakan perceraian orang tua yakni penghentian serikat perkawinan, yang membatalkan dan/atau reorganisasi tugas hukum dan tanggung jawab pernikahan yang terjadi pada orang tua sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui pandangan Subjek tentang perceraian orang tua, Untuk mengetahui metode atau cara pasangan suami-istri dalam menyelesaikan persoalan dalam rumah tangga, untuk mengetahui gambaran antara Parental Divorce dengan terjadinya perceraian. Tipe penelitian ini adalah kualitatif studi kasus instrinsik. Subjek penelitian sebanyak 4 orang yaitu 1 orang laki-laki dan 3 orang perempuan yang mempunyai pengalaman orang tua yang bercerai dan yang mengalami perceraian di pernikahannya. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara secara mendalam (Indepth Interview) dan observasi non partisipan. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa dari 4 subjek penelitian terdapat 3 subjek yang perceraiannya dipengaruhi oleh perceraian orang tuanya, hal ini karena mereka mempunyai pola fikir yang sama dengan salah satu orang tuanya yang dianggap benar. Orang tua pada umumnya menjadi model utama bagi anak, terdapat korelasi antara perilaku seseorang dengan model perilaku yang diterimanya. Sebagian besar anak belajar melalui pengamatan secara selektif dan mengingat tingkah laku dan perilaku orang tuanya. Perceraian menimbulkan beberapa dampak negative, diantaranya dampak psikologis baik bagi mantan pasangan maupun bagi anak dan dampak ekonomi bagi suami yang harus menghidupi keluarga yang} }