@thesis{thesis, author={Mukramin Baso}, title ={MINIMALISASI LIMBAH PADA UNIT PRODUKSI GYPSUM MENGGUNAKAN METODE GREEN SIX SIGMA DAN ISO 14001 DI PT PETROKIMIA GRESIK}, year={2020}, url={http://eprints.umg.ac.id/3442/}, abstract={Gypsum merupakan jenis Limbah B3 dengan kode limbah B414 pada kategori bahaya 2 jika tidak termanfaatkan. Pemanfaatannya menjadi produk Purified Gypsum masih memiliki out spec yang tinggi dengan CTQ P2O5 T sebesar 25,20% dan Free H2O sebesar 20,33% melebihi Rancana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) yang menyatakan bahwa persentase out spec produk maksimal 10,00%. Limbah baru yang dihasilkan berupa air buangan (limbah) atau Acidic Water juga belum sesuai dengan standar yang ditetapkan yaitu minimal pH 5 dari hasil pemanfaatan tersebut. Sehingga harus dilakukan identifikasi keseluruhan limbah pada produksi Gypsum, menghitung nilai Sigma terhadap CTQ, nilai resiko dari tiap faktor yang mempengaruhi pencapaian CTQ dan solusi perbaikan. Metode Six Sigma sangat cocok untuk meningkatkan kualitasnya sehingga bisa mengurangi cacat produksi sampai 3,4 per sejuta produk. Meminimalisasi limbah yang dihasilkan dilakukan dengan prinsip Green dan ISO 14001:2015. Tindakan perbaikan yang prioritas dengan melakukan identifikasi risiko terhadap sumber bahaya limbah yang dihasilkan menggunakan Manajemen Risiko dengan Australian/New Zealand Standard. Tahapan penelitian menggunakan siklus DMAIC (Define ? Measure ? Analyze ? Improve ? Control). Level Sigma dalam pengolahan Gypsum menjadi Purified Gypsum di Unit Purifikasi II Petrokimia Gresik berada pada level 1,83 untuk CTQ P2O5 Total dan 2,36 untuk CTQ Free H2O, sehingga rata pada level 2,10. Percobaan skala laboratorium untuk improve sumber bahaya Acidic Water sebelum perbaikan berada pada pH 2,64 dan setelah perbaikan (penetralan) menjadi pH 5,02 dan pH 9,02. Risiko tertinggi untuk limbah yang dihasilkan dengan rentang kategori High sampai Extreme pada sumber bahaya Acidic dan Phospho Gypsum/Purified Gypsum yang out spec pada kategori High.} }