@thesis{thesis, author={Chusnah Rina Miftahul}, title ={PENGARUH LABA AKUNTANSI, KOMPONEN ARUS KAS DAN RETURN ON INVESTMENT TERHADAP TINGKAT PENGEMBALIAN SAHAM DI BURSA EFEK INDONESIA}, year={2009}, url={http://eprints.umg.ac.id/4251/}, abstract={Semakin banyaknya perusahaan yang mendaftarkan diri ke Bursa Efek Indonesia dan menjual sahamnya ke pasar bursa, di mana sampai tahun 2009 tercatat 392 perusahaan yang aktif melakukan perdagangan saham. Hal ini merupakan pertanda masih tingginya minat investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Sebagai investor yang memiliki ekspektasi ke depan maka diperlukan monitoring terhadap kondisi perusahaan tempatnya menanamkan modal. Laporan keuangan merupakan bukti konkrityang dapat digunakan oleh investor guna memprediksi tingkat pengembalian investasi yang didapatkannya. Laporan keuangan ini diterbitkan secara berkala melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia yang bertujuan memberitahukan pada investor kondisi keuangan perusahaan. Tingkat pengembalian saham merupakan total pendapatan atau kerugian dari investasi saham yang dilakukan pada suatu periode. Laba akuntansi adalah alat ukur yang baik untuk mengukur kinerja perusahaan dan dapat pula digunakan untuk meramalkan aliran kas perusahaan. Return on investment adalah teknik yang lazim digunakan oleh pimpinan perusahaan guna mengukur efektivitas dari keseluruhan operasi perusahaan. Komponen arus kas menyajikan aktivitas- aktivitas arus kas selama periode akuntansi. Dalam penelitian ini, sampel yang digunakan adalah 18 perusahaan kategori manufaktur yang telah memenuhi kriteria dengan teknik purposive sampling. Dengan lama pengamatan 3 tahun yaitu dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2008. Kesimpulan yang dihasilkan dari penelitian ini bahwa laba akuntansi, arus kas aktivitas operasi dan arus kas aktivitas investasi dan return on investment tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham, dan arus kas aktivitas pendanaan berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengembalian saham, sehingga arus kas aktivitas pendanaan dapat digunakan sebagai alat ukur yang pasti atas tingkat pengembalian saham.} }