@thesis{thesis, author={Damayanti Nanda Eka}, title ={"PENGEMBANGAN ALAT EVALUASI BERBASIS THREE TIER MULTIPLE CHOICE MENGGUNAKAN WONDERSHARE QUIZ CREATOR UNTUK MENGIDENTIFIKASI MISKONSEPSI PADA MATERI GEOMETRI"}, year={2021}, url={http://eprints.umg.ac.id/5135/}, abstract={Evaluasi dapat digunakan untuk mengukur pemahaman konsep peserta didik dalam materi geometri. Namun, masih banyak peserta didik yang kesulitan dalam memahami konsep geometri, sehingga dapat mempengaruhi pola pikir peserta didik dalam menyelesaikan permasalahan geometri. Hal ini sering mengakibatkan terjadinya miskonsepsi pada peserta didik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi miskonsepsi adalah dengan melakukan tes evaluasi berbasis three tier multiple choice. Evaluasi dapat dilakukan pembaruan dengan memanfaatkan teknologi pembuat soal secara online seperti aplikasi wondershare quiz creator. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan alat evaluasi berbasis three tier multiple choice menggunakan wondershare quiz creator untuk mengidentifikasi miskonsepsi pada materi geometri yang dapat digunakan secara online. Model penelitian pengembangan ini menggunakan model 4D. Subjek uji coba dalam penelitian adalah peserta didik kelas VII-A di SMPN 5 Lamongan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar wawancara, lembar validasi, instumen tes, dan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari penelitian ini adalah alat evaluasi berbasis three tier multiple choice menggunakan wondershare quiz creator untuk mengidentifikasi miskonsepsi pada materi geometri yang dilihat dari: (1) kelayakan alat evaluasi meliputi: a. Dengan kriteria yang diberikan, pengembangan alat evaluasi telah berhasil dilakukan dengan kriteria valid dan efektif yang mencapai lebih dari 60%. b. Dengan uji statistik yang dilakukan, pada instrumen telah memenuhi kriteria yang telah diberikan sehingga alat evaluasi dapat digunakan. (2) Jenis miskonsepsi terdiri dari miskonsepsi klasifikasional, miskonsepsi korelasional, dan miskonsepsi teoritikal. Dari ketiga jenis miskonsepsi, peserta didik paling banyak mengalami miskonsepsi pada level 2 yaitu menjawab pilihan alasan yang tidak tepat.} }