@thesis{thesis, author={POPE ROBERT JOHN}, title ={MENEMUKAN KEMBALI ISLAM INKLUSIF Riset Naratif Terhadap Usman Ibrahim}, year={2015}, url={https://eprints.umm.ac.id/23963/}, abstract={Usman Ibrahim mengisahkan perjalanannya sejak ia muda, dimana ia mengalami pembentukan paradigma eksklusivisme, termasuk tahun-tahun dimana ia berada dalam disiplin keras di suatu Madrasah, penyingkiran paksa terhadap kaum Kafir dari daerahnya, dan komitmennya untuk mendirikan suatu komunitas dan Bangsa dalam Hukum Syariah. Melalui suatu rangkaian peristiwa uang unik, fondasi-fondasi ideologisnya kemudian terguncang. Ini terjadi pada masa dimana ia secara pribadi tengah mengalami depresi, sekaligus tengah menjalin suatu persahabatan dengan pendidik Islam, dan membuatnya menafsirkan kembali Islam yang dipeluknya sebagai Islam yang menghargai kemajemukan. Penelitian ini berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: -Apakah paradigma eksklusif dalam Islam, seperti yang terdapat dalam diri Usman Ibrahim, adalah hakikat pesan yang terdapat dalam Kitab-Kitab Suci? -Faktor-faktor apa yang paling berpengaruh dalam mendorong Usman Ibrahim berubah dari paradigma eksklusif ke inklusif? Hasil dari penelitian ini mengungkap bahwa bukan hanya pesan yang diusung Muhammad, namun juga seluruh pendiri agama Samawi, sebenarnya bersifat sangatlah inklusif, namun lingkungan saat ini adalah lingkungan eksklusif. Bagi Nabi Isa, ia dulu menghadapi para pemimpin keagamaan Yahudi yang eksklusif (Farisi), namun meresponnya dengan mengulurkan tangan pada fakir miskin. Sedangkan Muhammad, ia dihadapkan dengan masyarakat yang sangat sektarian, dimana Kristianitas terpecah akibat perbedaan penafsiran dan pandangan tentang Isa. Respon Muhammad bukanlah bersekutu dengan suatu sekte, namun sebaliknya Muhammad mempromosikan esensi dari semua agama Samawi, yaitu berserah hanya kepada Tuhan.} }