@thesis{thesis, author={ABDURRAHMAN MULIANSYAH}, title ={EKSISTENSI DAN HEGEMONI PARTAI GOLKAR DI INDONESIA (Studi Pustaka Perjalanan Politik Partai Golkar Pada Era Kepemimpinan 1964-2012)}, year={2013}, url={https://eprints.umm.ac.id/30541/}, abstract={Tesis ini merupakan studi tentang partai politik yang menganalisis partai golkar dalam mempertahankan eksistensi dan melakukan hegemoni politik dari sejak berdirnya hingga era kepemimpinan Aburizal Bakrie. Studi ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan tentang: (1) Bagaimana eksistensi dan hegemoni Partai Golkar dari periode ke periode kepemimpinan; dan (2) Bagaimana eksistensi dan hegemoni Partai Golkar di era kepemimpinan Aburizal Bakrie. Studi ini juga menjelaskan strategi Partai Golkar dalam memenangkan pemilihan umum di Indonesia. Metode penelitian terdiri dari; pendekatan kualitatif fenomenologis. Data primer yang digunakan diperoleh dari wawancara mendalam (in-depth interview) kepada narasumber dan informan kunci dengan teknik wawancara bebas, data sekunder dari kajian pustaka dan dokumen. Teori utama yang digunakan sebagai kerangka analisa adalah: 1. Teori eksistensi Jean Paul Sartre, teori hegemoni Antonio Gramsci dan teori legitimasi Max Weber; serta didukung sejumlah teori pendukung lainnya. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Pertama, 32 tahun era orde baru Partai Golkar secara sistemik menjadi bagian dari penguasa orde baru dan menjadi alat legitimasi politik presiden Soeharto. Kedua, Partai Golkar adalah satu-satunya partai politik di era orde baru yang memiliki mesin politik yang sangat strategis antara lain dengan istilah jalur A (ABRI), jalur B (PNS) dan jalur G (Golkar/Sipil). Dan Ketiga, Partai Golkar juga menunjukkan eksistensinya di era reformasi yang multipartai dan memasuki perpolitikan yang terbuka dan demokratis. Kemudian di era Aburizal Bakrie, yakni; 1). Partai Golkar dengan membuktikan berbagai program-program untuk masyarakat menengah kecil. 2). Partai Golkar sebagai partai yang kalah dalam pemilihan legislative maupun pemilihan presiden pada pemilu 2009, namun partai tersebut tetap menjadi partai koalisi di pemerintahan SBY-Boediono periode 2009-2014. 3). Partai Golkar juga menjadi partai pengendali pemerintah SBY-Boediono maupun menjadi partai kekuatan penyeimbang di parlemen (DPR RI). Dan 4). Partai Golkar juga membuktikan sebagai partai politik yang punya eksistensi dan hegemonic di era sekarang ini, terbukti ketika Aburizal Bakrie diangkat sebagai Ketua Harian Sekretariat Bersama partai-partai koalisi untuk mengontrol jalanya pemerintahan.} }