@thesis{thesis, author={Isnaini Rahmatika}, title ={IDENTIFIKASI PERAN ORANGTUA DALAM MENSTIMULASI KEMAMPUAN BERBICARA ANAK TUNARUNGU}, year={2011}, url={https://eprints.umm.ac.id/31887/}, abstract={Bicara adalah kemampuan anak untuk berkomunikasi dengan bahasa oral atau mulut yang membutuhkan kombinasi serasi dari sistem neuromuskular untuk mengeluarkan fonasi dan artikulasi suara. Semua anak melewati tahapan perkembangan berbicara, namun tidak semudah bagi anak tunarungu. Pada survey awal diketahui terdapat anak yang sama usianya dan waktu memakai alat bantu dengar pun relatif sama, masing - masing juga mendapat bimbingan atau terapi khusus dan salah satu diantaranya kemampuan berbicaranya mendekati anak normal sedangkan yang lainnya masih jauh dari kemampuan berbicara anak normal. Efek psikologis dari terhambatnya kemampuan berbicara pada anak tunarungu mempengaruhi perkembangan anak dari segi emosional, sosial, dan intelektual. Hal ini ditinjau dari peran orang tua sebagai lingkungan terdekat anak memiliki tanggung jawab utama dibandingkan dengan orang lain karena orangtua yang sepenuhnya bertanggung jawab mengasuh dan membesarkan anak untuk dapat melawati tahap - tahap perkembangan dengan baik dan menjadikan anak dapat mandiri nantinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi peran orang tua dalam menstimulasi kemampuan berbicara anak tunarungu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan subjek 3 pasang orangtua yang memiliki anak dengan gangguan pendengaran pada taraf profound hearing loss dan memiliki alat bantu dengar. Untuk mengetahui peran orangtua dilakukan assesmen dengan metode wawancara terhadap ayah dan ibu dan observasi terhadap anak tunarungu. Keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber yaitu mengecek balik derajat kepercayaan atau informasi yang diperoleh dari hasil wawancara ibu dan ayah, diantaranya pada guru atau terapis. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa ketiga pasang orangtua terlambat mengetahui gangguan pendengaran yang dialami anak sehingga mempengaruhi kemampuan berbicara anak. Adapun peran ibu lebih banyak memberikan perhatian, memiliki waktu yang lebih panjang bersama anak di rumah dan lebih sering menstimulasi kemampuan berbicara dibanding dengan peran ayah yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk mencari nafkah. Sedangkan kemampuan berbicara pada anak yang mengalami gangguan pendengaran berat tergantung pada peran orangtua memperhatikan perkembangan anak dan intensitas untuk merangsang agar anak mau dan mampu berbicara.} }