@thesis{thesis, author={ANHAR MUH}, title ={PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR AKIDAH AKHLAK MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL SISWA KELAS V MIN BOGEM SAMPUNG PONOROGO TAHUN PELAJARAN 2013/2014 }, year={2014}, url={http://eprints.umpo.ac.id/61/}, abstract={MOH. ANHARI, 2014. Peningkatan Prestasi Belajar Akidah Akhlak Melalui Pembelajaran Kontekstual Siswa Kelas V MIN Bogem Sampung Ponorogo Tahun Pelajaran 2013/2014 Kata kunci : Peningkatan Prestasi Belajar Akidah Akhlak, Melalui Pembelajaran Kontekstual Pendidikan Agama dimaksudkan untuk peningkatan potensi spiritual dan membentuk peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Dalam kegiatan pembelajaran guru dapat menggunakan berbagai model pembelajaran yang beraneka ragam. Salah satu diantaranya adalah pembelajaran kontekstual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui; peningkatan keimanan siswa dengan penerapan model pembelajaran kontekstual, kesulitan yang dihadapi guru dalam menerapkan model pembelajaran kontekstual. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian tindakan. Dalam penelitian ini peneliti berkolaborasi dengan guru lain serta dengan kepala madrasah. Peneliti terlibat langsung dalam penelitian mulai dari awal sampai penelitian berakhir. Peneliti berusaha melihat, mengamati, merasakan, menghayati, merefleksi dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang berlangsung. Tahap-tahap pelaksanaan penelitian tindakan terdiri dari perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), observasi (obseving), dan refleksi (relecting). Untuk mendapatkan hasil penelitian yang akurat maka data yang telah terkumpul dianalisis secara statistik yaitu menggunakan rumus mean (rata-rata) dan prosentase ketuntasan belajar. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa nilai rata-rata pada setiap siklus sebagai berikut: pada siklus I 64,69 dan pada siklus II diperoleh nilai rata-rata 70,16, dan pada siklus III diperoleh nilai rata-rata 75,94. Sedangkan ketuntasan belajar pada siklus I baru mencapai 34,38 %, dan pada siklus II meningkat menjadi 59,38 %, dan pada siklus ketiga meningkat lagi menjadi 93,75 %. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa : Ada peningkatan keimanan terhadap qadha dan qadar melalui model pembelajaran konstektual. Dan mengacu pada hipotesis penelitian ini dapat disimpulkan; ada hubungan antara model pembelajaran kontekstual pada siswa MIN Bogem Sampung Ponorogo dengan peningkatan keimanan qadha? dan qadar. } }