@thesis{thesis, author={FAHMI FAHMI}, title ={HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN DUKUNGAN ATASAN DENGAN PARTISIPASI PEKERJA INFORMAL PADA PROGRAM POS UKK WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS MARTAPURA 1 TAHUN 2023}, year={2024}, url={http://eprints.uniska-bjm.ac.id/21421/}, abstract={Risiko bagi pekerjaan informal tergolong tinggi, karena perlindungan kesehatan yang meliputi pekerja informal sangat sedikit, tidak adanya sebuah jaminan kesehatan yang menjamin kesehatan pekerja informal. Dalam UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang pemilik tempat kerja wajib melakukan bentuk upaya kesehatan seperti upaya pencegahan, peningkatan, pengobatan, dan pemulihan bagi tenaga kerja. Kesehatan dan keselamatan kerja adalah salah satu hal yang harus diperhatikan di tempat kerja. Tujuan penerapan upaya kesehatan dan keselamatan kerja (UKK) adalah agar terciptanya lingkungan kerja yang sangat aman (pekerja terhindar dari Kecelakaan Akibat Kerja yang parah) dan saat terwujudnya kesehatan pekerja yang bagus yang terhindar dari segala macam penyakit sehingga pekerjaan mereka akan lebih optimal dan meningkat. Pos Upaya Kesehatan Kerja yang aktif dapat membantu dalam menjaga kesehatan dan keselamatan para pekerja informal dari pertolongan pertama sampai dengan pemberian obat. Tujuan penelitian yang dibuat ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap dan dukungan atasan dengan partisipasi pekerja informal pada program pos upaya kesehatan kerja UPTD Puskesmas Martapura 1 tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan metode observasional. Populasi pada penelitian ini adalah pekerja informal Pos Upaya Kesehatan Kerja di wilayah UPTD Puskemas Martapura 1 dengan jumlah 80 orang. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan didapatkan bahwa lebih banyak pekerja informal yang tidak aktif 59 orang (73,8%), dan yang aktif ada 21 orang (26,3%), dari total 80 responden. Tidak terdapat hubungan pengetahuan (p-value = 0,947). Dan tidak tada hubungan antara sikap (p-value = 1,00), dukungan atasan (p-value = 0,999). Dengan demikian pekerja informal hendaknya diberikan penyuluhan, dan pelatihan alat kesehatan sederhana untuk lebih mengaktifkan Pos UKK tersebut, agar selalu dapat meningkatkan kualitas sumber daya pengetahuan serta dapat meningkatkan produktifitas para pekerja informal.} }