@thesis{thesis, author={Ansari Rahmat Al Farej}, title ={Analisis Perencanaan Jembatan dengan Konstruksi Cable stayed di Sungai Lulut Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan}, year={2026}, url={http://eprints.uniska-bjm.ac.id/36720/}, abstract={ABSTRAK\r\nIndonesia merupakan negara kepulauan dengan kondisi geografis yang didominasi oleh sungai, lembah, dan perbukitan, sehingga kebutuhan akan infrastruktur jembatan sangat tinggi untuk mendukung konektivitas antar wilayah. Di Kalimantan Selatan, yang memiliki banyak aliran sungai dengan bentang cukup lebar, diperlukan desain jembatan yang efisien, estetis, dan mampu menahan beban dinamis tinggi. Jembatan cable stayed menjadi alternatif ideal karena dapat memberikan bentang panjang dengan jumlah pilar sedikit serta memiliki nilai arsitektural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku struktur, pembebanan, serta stabilitas jembatan cable stayed di Sungai Lulut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian terapan dengan pendekatan kuantitatif melalui studi perancangan atau perhitungan ulang re-design/re-analysis study. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jembatan memiliki panjang total 200 meter yang terdiri atas dua bentang utama masing masing 100 meter, dengan lebar dek 17 meter. Komponen dek terdiri atas 2 meter aerodynamic shape box girder, 2,5 meter jalur lalu lintas, dan 4 meter trotoar sebagai tempat pengangkuran kabel. Berdasarkan analisis struktur sesuai standar AISC 360, desain jembatan dinyatakan aman. Pada tahap konstruksi digunakan metode balanced cantilever dengan bantuan lifting frame, crane, dan perancah, serta dinyatakan aman terhadap seluruh beban pelaksanaan.\r\nKata Kunci: Jembatan, Cable-Stayed, Struktur.\r\n\r\n\r\n\r\nABSTRACT\r\nIndonesia is an archipelagic country with geographical conditions dominated by rivers, valleys, and hills, resulting in a high demand for bridge infrastructure to support interregional connectivity. In South Kalimantan, which has numerous wide rivers, an efficient, aesthetic, and dynamically resilient bridge design is required. A cable-stayed bridge is considered an ideal alternative because it can provide long spans with fewer piers while offering architectural appeal. This study aims to analyze the structural behavior, loading, and stability of the cable-stayed bridge across the Lulut River in Banjar Regency, South Kalimantan. The research method used is applied research with a quantitative approach through a redesign and re-analysis study. The results show that the planned bridge has a total length of 200 meters, consisting of two main spans of 100 meters each, and a total deck width of 17 meters. The deck comprises a 2-meter aerodynamic shape box girder, a 2.5-meter traffic lane, and a 4-meter sidewalk that also serves as a cable anchorage area. Based on structural analysis according to AISC 360 standards, the bridge design is declared structurally safe. During the construction phase, the balanced cantilever method is used with the assistance of lifting frames, cranes, and scaffolding, and the structure remains safe under all construction loads. cation.\r\nKeywords: Bridge, Cable-Stayed, Structure.} }