@thesis{thesis, author={Ridho Muhammad}, title ={PERENCANAAN JEMBATAN GANTUNG \r\nDESA SUNGAI RASAU – DESA PANTAI HARAPAN \r\nKAB. TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN}, year={2026}, url={http://eprints.uniska-bjm.ac.id/36722/}, abstract={ABSTRAK \r\nPenelitian ini bertujuan untuk merencanakan ulang struktur Jembatan Gantung Desa Sungai Rasau – Desa Pantai Harapan, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan agar memenuhi aspek keamanan dan efisiensi struktural. Metode penelitian meliputi pengumpulan data primer melalui survei lapangan serta data sekunder berupa hasil uji sondir dan peta topografi. Analisis struktur dilakukan menggunakan perangkat lunak SAP2000 untuk mengetahui gaya-gaya dalam, lendutan, dan kekuatan elemen struktur atas maupun bawah. Hasil perencanaan menunjukkan bahwa jembatan dengan bentang 50 meter dan lebar 2 meter aman terhadap beban mati, beban hidup, beban angin, dan beban air hujan. Struktur atas menggunakan pelat baja tebal 10 mm, gelagar baja profil WF 100.100.6.8 dan WF 150.150.7.10, serta kabel utama baja 2Ø1½”, sedangkan struktur bawah menggunakan pondasi tiang pancang beton berdiameter 300 mm dengan kedalaman 18 m. Dari hasil analisis, semua elemen struktur memiliki kapasitas yang lebih besar dari gaya yang bekerja, termasuk momen, gaya aksial, dan daya dukung pondasi. Dengan demikian, rancangan jembatan ini dinyatakan aman dan layak digunakan sebagai sarana penghubung antar desa di wilayah Kalimantan Selatan. Kata Kunci: Jembatan gantung, Kalimantan Selatan, Perencanaan, SAP2000, Struktur. \r\n\r\n\r\n\r\n\r\nABSTRACT \r\nThis study aims to redesign the structure of the Sungai Rasau Village Suspension Bridge – Pantai Harapan Village, Tanah Laut Regency, South Kalimantan Province to meet the safety and structural efficiency aspects. The research method includes collecting primary data through field surveys and secondary data in the form of sondir test results and topographic maps. Structural analysis was carried out using SAP2000 software to determine the internal forces, deflections, and strength of the upper and lower structural elements. The planning results show that the bridge with a span of 50 meters and a width of 2 meters is safe against dead loads, live loads, wind loads, and rainwater loads. The superstructure uses 10 mm thick steel plates, WF 100,100,6.8 and WF 150,150,7.10 profile steel girders, and 2Ø1½\" steel main cables, while the substructure uses a 300 mm diameter concrete pile foundation with a depth of 18 m. The analysis results show that all structural elements have a capacity greater than the applied forces, including moments, axial forces, and foundation bearing capacity. Therefore, this bridge design is declared safe and suitable for use as a means of connecting villages in the South Kalimantan region. \r\nKeywords: Planning, SAP2000, South Kalimantan, Structure, Suspension bridge} }