@thesis{thesis, author={Muhammad Muhammad}, title ={ANALISIS SIMPANG TIGA TAK BERSINYAL MEMAKAI SUPELTAS DAN TIDAK MEMAKAI SUPELTAS\r\nSTUDI KASUS SIMPANG TIGA JALAN DAHLIA-JALAN CEMPAKA BESAR}, year={2026}, url={http://eprints.uniska-bjm.ac.id/36878/}, abstract={ABSTRAK\r\nKota Banjarmasin merupakan daerah yang memiliki tingkat kepadatan penduduk\r\nyang cukup tinggi. Saat ini, Banjarmasin merupakan daerah pusat perdagangan terbesar di\r\nKalimantan Selatan. Hal itu terbukti dengan fasilitas-fasilitas yang menunjang seluruh\r\nkegiatan yang meliputi sarana dan prasarana transportasi darat, air maupun udara yang\r\nterdapat di kota tersebut. Selain itu juga masih banyak pusat-pusat keramain lainnya yang\r\ntentunya semua itu harus didukung oleh sistem transportasi yang baik guna kelancaran\r\nseluruh aktifitas yang ada.1. Data Primer 2. Data SekunderDari hasil analisis Selama dua\r\nhari menggunakan suppletas dan dua hari Pada simpang tiga Jalan Dahlia – Jalan Cempaka\r\nbesar Kota Banjarmasin dalam keadaan Tanpa suppletas mempunyai tundaan rata rata\r\nsimpang sebesar 16.57 detik/smp, peluang antrian sebasar 69%, derajat kejenuhan sebesar\r\n0,86 yang dimana dapat dilihat bahwa simpang tersebut dalam kondisi kurang baik jika\r\nridak menggunakan Suppletas karena derajat kejenuhannya 0,80. Sedangkan Jika simpang\r\ntiga Jalan Dahlia – Jalan Cempaka besar Kota Banjarmasin dalam keadaan Menggunakan\r\nsuppletas mempunyai tundaan rata rata simpang sebesar 12.95 detik/smp, peluang antrian\r\nsebasar 49%, derajat kejenuhan sebesar 0,70 yang dimana dapat dilihat bahwa simpang\r\ntersebut dalam kondisi baik jika menggunakan Suppletas karena derajat kejenuhannya\r\n0,80. Masih di bawah Sehingga Peran suppletas di sini juga sangat penting untuk Lancar\r\nny arus lalu lintas pada jalan Dahlia simpang jalan Cempaka Besar. Dari hasil survei di\r\nlapangan dan telah dilakukan analisis dan pembahasan, dapat diambil beberapa kesimpulan\r\nantara lain: 1. Pada simpang tiga Jalan Dahlia – Jalan Cempaka besar Kota Banjarmasin\r\ndalam keadaan Tanpa suppletas mempunyai tundaan rata rata simpang (D) sebesar 14.41\r\ndetik/smp, peluang antrian (QP) sebasar 58%, derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,86 yang\r\ndimana dapat dilihat bahwa simpang tersebut dalam kondisi kurang baik jika ridak\r\nmenggunakan Suppletas karena derajat kejenuhannya 0,80. 2. Sedangkan Jika simpang tiga\r\nJalan Dahlia – Jalan Cempaka besar Kota Banjarmasin dalam keadaan Menggunakan\r\nsuppletas mempunyai tundaan rata rata simpang (D) sebesar 12.95 detik/smp, peluang\r\nantrian sebasar (QP) 49%, derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,70 yang dimana dapat dilihat\r\nbahwa simpang tersebut dalam kondisi baik jika menggunakan Suppletas karena derajat\r\nkejenuhannya 0,80. Masih di bawah 3. Sedangkan Jika simpang tiga Jalan Dahlia – Jalan\r\nCempaka besar Kota Banjarmasin dalam keadaan Menggunakan suppletas ataupun tidak\r\npada hari Weekend maka akan mempunyai tundaan rata rata simpang (D) sebesar 9.74\r\ndetik/smp, peluang antrian sebasar (QP) 25%, derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,51 yang\r\ndimana dapat dilihat bahwa simpang tersebut dalam kondisi baik jika menggunakan\r\nSuppletas karena derajat kejenuhannya 0,80. Masih di bawah\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nBanjarmasin City is an area with a relatively high population density. Currently, Banjarmasin is the largest trading center in South Kalimantan. This is proven by the facilities that support all activities including land, air and air transportation facilities and infrastructure in the city. In addition, there are still many other crowded centers which of course must be supported by a good transportation system for the smooth running of all existing activities. 1. Primary Data 2. Secondary Data From the results of the analysis for two days using suppletas and two days at the intersection of Jalan Dahlia - Jalan Cempaka Besar, Banjarmasin City in a state without suppletas, the average delay at the intersection is 16.57 seconds / smp, the queue opportunity is 69%, the degree of saturation is 0.86 which can be seen that the intersection is in poor condition if it does not use Suppletas because the degree of saturation is 0.80. Meanwhile, if the intersection of Jalan Dahlia – Jalan Cempaka Besar, Banjarmasin City is using suppletas, the average delay at the intersection is 12.95 seconds/smp, the queue opportunity is 49%, the saturation degree is 0.70, which can be seen that the intersection is in good condition if using Suppletas because the saturation degree is 0.80. Still below So the role of suppletas here is also very important for the smooth flow of traffic on Jalan Dahlia, the intersection of Jalan Cempaka Besar. From the results of the survey in the field and the analysis and discussion that have been carried out, several conclusions can be drawn, including: 1. At the intersection of Jalan Dahlia - Jalan Cempaka Besar, Banjarmasin City in a state without suppletas, the average delay at the intersection (D) is 14.41 seconds / smp, the queue opportunity (QP) is 58%, the degree of saturation (DS) is 0.86, which can be seen that the intersection is in poor condition if it does not use Suppletas because the degree of saturation is 0.80. 2. Meanwhile, if the intersection of Jalan Dahlia - Jalan Cempaka Besar, Banjarmasin City in a state of using suppletas, the average delay at the intersection (D) is 12.95 seconds / smp, the queue opportunity is 49%, the degree of saturation (DS) is 0.70, which can be seen that the intersection is in good condition if it uses Suppletas because the degree of saturation is 0.80. Still below 3. Meanwhile, if the three-way intersection of Jalan Dahlia – Jalan Cempaka Besar, Banjarmasin City, is in a state of using suppletas or not on weekends, it will have an average intersection delay (D) of 9.74 seconds/smp, a large queue opportunity (QP) of 25%, a degree of saturation (DS) of 0.51, which can be seen that the intersection is in good condition if using Suppletas because the degree of saturation is 0.80. Still below} }