@thesis{thesis, author={Fikri Muhammad Azmi}, title ={HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PEMANFAATAN JAMBAN SEHAT DI DESA ANTASAN \r\nSENOR ILIR TAHUN 2025}, year={2026}, url={http://eprints.uniska-bjm.ac.id/37416/}, abstract={Pemanfaatan jamban sehat merupakan salah satu aspek penting dalam upaya meningkatkan kualitas sanitasi lingkungan dan mencegah penyakit berbasis air. Meskipun program sanitasi telah banyak disosialisasikan, namun masih banyak masyarakat yang belum memanfaatkannya secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pendidikan, pengetahuan, dan sikap dengan pemanfaatan jamban sehat di Desa Antasan Senor Ilir, Kecamatan Martapura Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 728 orang, dan sampel sebanyak 88 orang diambil menggunakan teknik Simple Random Sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden tidak memanfaatkan jamban sehat sebanyak 52 orang (59,1%), pengetahuan kurang 33 orang (37,5%), dan memiliki sikap positif 54 orang (61,4%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan (p-value = 0,000) dan sikap (p-value = 0,016) dengan pemanfaatan jamban sehat. Saran bagi pemerintah desa agar mengadakan penyuluhan dan edukasi sanitasi secara berkala untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan jamban sehat.\r\n\r\n\r\nThe use of sanitary latrines is an essential aspect of improving environmental sanitation quality and preventing waterborne diseases. Although sanitation programs have been widely promoted, many communities still do not utilize sanitary latrines optimally. This study aims to analyze the relationship between education level, knowledge, and attitude with the utilization of sanitary latrines in Antasan Senor Ilir Village, Martapura District, in 2025. This research used an analytic survey method with a cross-sectional design. The study population consisted of 728 residents, and a total of 88 samples were selected using the Simple Random Sampling technique. Data were collected using a questionnaire, and the data were analyzed using the Chi-Square test. The results showed that the majority of respondents did not use sanitary latrines (52 people or 59.1%), had low knowledge (33 people or 37.5%), and had a positive attitude (54 people or 61.4%). Statistical analysis showed a significant relationship between knowledge (p-value = 0.000) and attitude (p-value = 0.016) with the utilization of sanitary latrines. It is recommended that local village authorities conduct regular sanitation education and outreach programs to increase public awareness regarding the importance of using sanitary latrines.} }